Ya Rabb, Kami Tak Tahu Apa-Apa, Kecuali yang Engkau Ajarkan
Oleh: Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat.
يا رب سبحانك لا علم لنا الا ما علمتنا
Kalimat itu diucapkan para malaikat saat Allah menguji mereka dengan nama-nama makhluk. Mereka tunduk, mengakui keterbatasan. Mereka sadar: semua ilmu, sekecil apa pun, adalah titipan.
Kita hidup di zaman informasi. Satu sentuhan jari, ribuan jawaban muncul. Kita merasa pintar, merasa mampu, merasa tidak butuh siapa-siapa. Namun, semakin banyak yang kita tahu, semakin harusnya kita ingat: ilmu itu bukan milik kita. Ia datang dari Yang Maha Mengetahui.
Hari ini, berapa banyak orang cerdas yang sombong karena ilmunya? Berapa banyak sarjana yang lupa sujud karena merasa cukup? Padahal, setiap rumus yang kita hafal, setiap bahasa yang kita kuasai, setiap teori yang kita ajarkan, semua bermula dari satu izin: “illa ma allamtana”—kecuali yang Engkau ajarkan.
Di lembaga pendidikan, di pesantren, di sekolah, di kampus, kalimat ini harus menjadi fondasi. Guru mengajar bukan karena ia paling pintar. Santri belajar bukan karena ia paling hebat. Semua proses itu adalah pertemuan antara hamba yang lemah dan Rabb yang Maha Mengajar.
Oleh karena itu, ketika seorang guru masuk kelas, ia tidak hanya membawa buku. Ia membawa doa: “Ya Allah, jadikan ilmu ini bermanfaat.” Ketika seorang santri menghafal satu ayat, ia tidak hanya melafalkan. Ia sedang mengakui: “Aku tak bisa tanpa pertolongan-Mu.”
Maka, ilmu yang sejati tidak membuat kita angkuh. Ia membuat kita tunduk. Ia membuat kita lebih banyak berterima kasih, lebih banyak berbagi, lebih banyak mengabdi.
Jika hari ini kita merasa bingung, merasa gagal, merasa ilmu kita tidak cukup, ingatlah ucapan para malaikat itu. Ucapkan dengan lisan, resapkan dengan hati.
Ya Rabb, Subhanaka, la ‘ilma lana illa ma ‘allamtana. Mahasuci Engkau, kami tidak punya ilmu kecuali apa yang Engkau ajarkan.
Karena pada akhirnya, semua pencapaian, semua gelar, semua prestasi, akan sia-sia jika tidak disandarkan kepada-Nya.
Ilmu itu cahaya. Dan sumber cahaya hanyalah Allah.
Semoga Allah Swt senantiasa membimbing kita kaum muslimin agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat sehingga memberikan manfaat untuk kehidupan di dunia dan di akhirat. Amin.[]






