Desil Oh Desil, Masyarakat Banyak Terkategori Super Kaya, Benarkah?
Dalam sistem kapitalisme, tidak ada standar kemiskinan yang baku dan jelas karena masing-masing pihak bebas mendefinisikan kemiskinan. Padahal, kemampuan ekonomi seseorang tidak cukup dinilai dari angka statistik semata, melainkan harus tercermin dari kondisi nyata di lapangan.
Pandangan Islam dalam Pengentasan Kemiskinan
Dalam pandangan Islam, kemiskinan atau kefakiran adalah fakta nyata yang tidak bisa disamarkan dengan manipulasi data di atas kertas. Kategori fakir dan miskin diukur langsung dari ketidakmampuan riil seseorang dalam memenuhi kebutuhan pokok harian.
Islam menetapkan bahwa kepala negara bertanggung jawab secara langsung dalam menyelesaikan persoalan rakyat melalui penerapan syariat Islam, termasuk mengentaskan kemiskinan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang imam adalah pemimpin dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan tanggung jawab ini, negara akan menerapkan politik ekonomi Islam yang memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan primer (sandang, pangan, dan papan) bagi seluruh rakyat. Negara juga wajib menyediakan fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan secara gratis dengan kualitas terbaik.
Selain itu, negara akan mendorong terpenuhinya kebutuhan sekunder dan tersier masyarakat melalui mekanisme ekonomi yang adil dan sesuai dengan syariat Allah Swt.[]
Dian Novita Zebua, Aktivis Muslimah.






