IBRAH

Fakir Miskin Masuk Surga Duluan, Orang Kaya Tertahan

Sepertinya di muka bumi ini hampir tidak ada manusia yang hidupnya ingin menjadi orang fakir atau miskin, serba kekurangan. Justru manusia itu hampir semua punya cita-cita menjadi orang kaya serba kecukupan materinya.

Itulah manusia, karena memang karakter manusia suka dunia, suka fasilitas keduniaan. Suka keindahan duniawi: wanita,anak dan harta yang berlimpah. Hal ini difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur’an:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ ۝١٤

“Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.”

Dalam ayat itu Allah menutup firmanNya وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ = “Dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik”. Dan ayat penutup inilah yang harus menjadi atensi kita, sehingga kita tidak lalai akan kehidupan yang hakiki yaitu akhirat.

Sebenarnya cinta dunia dalam Islam tidaklah dilarang tentu selama tidak dengan cara melanggar syariat Islam.’ Manusia bahkan wajib bekerja usaha mencari rezekiyang halal untuk bekal hidup. Untuk shalat perlu pakaian, untuk puasa perlu makanan untuk berbuka, untuk menuntut ilmu perlu bekal dan bahkan untuk berdakwah pun perlu bekal dunia. Dan ini merupakan keniscayaan bagi makhluk yang namanya manusia.

Untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah ke Tanah Suci juga harus punya dana yang cukup sehingga dia istitha’ah untuk melaksanakan salah satu rukun Islam ini.

Bahkan dengan modal harta benda, menjadi orang kaya bisa berinfak di jalan Allah yang pahalanya berlipat ganda sebagaimana firman Allah SWT:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۝٢٦١

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah 261)

MasyaAllah satu tamsil yang menggiurkan bagi orang-orang yang berinfaq di jalan Allah pahalanya dilipatgandakan sampai 700 lipat ganda. Bahkan bisa lebih bagi orang yang dikehendaki Allah SWT.

Keutamaan Menjadi Orang Fakir-Miskin

Jika kita ditakdirkan Allah Ar-Razzaq menjadi orang miskin, faqir atau dhu’afa, maka sebagai orang beriman kita wajib terima dengan sabar dan ikhlas ketentuan dan takdir ilahi itu.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button