Di Gaza, Seorang Perempuan Mencari Suami dan Saudaranya di Antara Jenazah
Israa al-Areer mencari di antara jasad-jasad yang dikembalikan Israel, berharap menemukan suami dan saudaranya yang hilang sejak awal perang di Gaza.
Suatu kali, Israa yakin salah satu tubuh di layar adalah suaminya.
“Aku perhatikan setiap detail dan yakin itu dia. Aku datang ke rumah sakit dengan harapan besar untuk memakamkannya. Tapi setelah diperiksa, bentuk tubuh dan pakaian dalamnya berbeda.”
Departemen forensik hanya akan menyerahkan jenazah jika ada tanda pengenal yang jelas.
“Aku melihat tiga keluarga bertengkar karena satu jasad, masing-masing yakin itu anak mereka,” katanya.
“Akhirnya, seorang ayah menunjukkan bekas luka lama di kaki putranya sebagai bukti, dan dokter forensik mengonfirmasi bahwa itu benar anaknya.”
“Dunia ini tidak adil,” tambah Israa. “Untuk mengidentifikasi jenazah tentara Israel, mereka menggunakan peralatan lengkap, tapi di sini, satu pun alat tes DNA tak diizinkan masuk. Puluhan jasad dimakamkan setiap hari tanpa identitas. Di mana logikanya itu?”
Kini Israa menggambarkan hidupnya sebagai penderitaan yang tak tertahankan. Teman dan kerabat memohon agar ia berhenti menyiksa dirinya sendiri.
“Mereka bilang, ‘Kasihanilah dirimu, nanti kamu yang dikubur lebih dulu sebelum suamimu. Berhentilah.’ Tapi aku tak bisa. Bagaimana jika suamiku atau saudaraku di antara jasad itu dan tak ada yang mengenali mereka? Aku takkan pernah memaafkan diriku.”
“Yang kuinginkan hanya satu: memakamkan mereka dengan hormat.” []
Sumber: Al Jazeera






