Di Sidang PBB, Para Pemimpin Dunia Serukan Hentikan Genosida di Gaza
Lula: Generasi Palestina Akan Membawa Dampak Trauma Perang
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan generasi-generasi Palestina akan membawa dampak rasa sakit dan trauma akibat perang di Jalur Gaza. Ia menuduh pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan “genosida” terhadap perempuan dan anak-anak di wilayah tersebut.
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, Lula mengkritik apa yang disebutnya sebagai ketidakmampuan PBB mencegah perang dan menurunnya kemampuannya melindungi kelompok paling rentan, di tengah kebuntuan yang terus berlangsung di Dewan Keamanan.
Ia juga mengkritik tekanan dan tindakan terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan para anggotanya. Menurutnya, penargetan terhadap pengadilan tersebut mendorong impunitas. Ia juga membela Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina, Francesca Albanese.
Presiden Brasil memperingatkan berlanjutnya perluasan permukiman Israel di Tepi Barat. Menurutnya, permukiman tersebut semakin mempersempit kemungkinan penerapan solusi dua negara.
Ia menegaskan bahwa solusi politik berdasarkan dua negara merupakan kebutuhan bagi Brasil agar rakyat Palestina dan Israel dapat hidup dengan aman. Ia memperingatkan bahwa ancaman untuk menghapus atau memusnahkan suatu bangsa dan peradaban tidak akan membawa stabilitas ke Timur Tengah.
Pernyataan Arab dan Islam: Gaza Bagian Tak Terpisahkan dari Palestina
Dalam sikap bersama, para menteri luar negeri Mesir, Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Pakistan, Turki, dan Indonesia mengecam tindakan Israel yang mereka sebut ilegal dan bertujuan memperkuat penguasaan serta aneksasi wilayah Palestina, termasuk percepatan pembangunan permukiman.
Para menteri menyatakan keprihatinan mendalam terhadap tindakan yang mengancam status historis dan hukum yang berlaku di tempat-tempat suci umat Islam dan Kristen di Yerusalem. Mereka menegaskan perlunya menghormati dan mempertahankan status tersebut.
Pernyataan bersama itu menegaskan bahwa Jalur Gaza harus tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Palestina. Pelaksanaan rencana komprehensif juga harus berkontribusi pada penyatuan kembali Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dalam satu kerangka politik Palestina.
Para menteri meminta keterlibatan Amerika Serikat yang berkelanjutan dan aktif untuk memastikan semua pihak, termasuk Israel, memenuhi komitmen dan kewajibannya dalam melaksanakan peta jalan. Mereka juga menyerukan upaya mempertahankan ketenangan dan mencegah rusaknya jalur politik.
Palestina Hadir dalam Pidato Para Pemimpin
Pidato para pemimpin negara, meskipun memiliki posisi nasional yang berbeda, menunjukkan luasnya perhatian terhadap isu Palestina pada pembukaan sidang baru Majelis Umum PBB. Fokusnya mencakup penghentian perang di Gaza, perlindungan warga sipil, penolakan pengusiran dan pembangunan permukiman, serta mempertahankan kesatuan wilayah Palestina.
Ketika debat umum berlangsung hingga 28 September, sikap-sikap tersebut menempatkan perang di Gaza serta perkembangan di Tepi Barat dan Yerusalem sebagai isu utama yang dibahas masyarakat internasional. Pada saat yang sama, muncul seruan agar dilakukan langkah politik dan diplomatik untuk menangani masalah Palestina berdasarkan solusi dua negara.
sumber: infopalestina




