Dukung Kapolri, Aliansi Ulama Jabar Desak Kasus Penyadapan dan KM 50 Diusut Tuntas

Di lingkungan internal Polri, Aliansi meminta Suyudi membersihkan institusi kepolisian dari oknum aparat yang diduga menjadi pelindung kejahatan, kemaksiatan, dan premanisme, serta menunjukkan sikap fobia terhadap Islam.
Ustaz Asep mencontohkan penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Sukoharjo. Menurutnya, tindakan aparat dalam peristiwa tersebut tidak mencerminkan fungsi kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Salah satu contohnya ialah kasus penggerebekan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Sukoharjo. Dalam kejadian itu, aparat bukan melakukan fungsi yang sesungguhnya dari kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” jelasnya.
Tuntutan lainnya adalah pengusutan secara tuntas peristiwa KM 50. Aliansi menilai penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih, termasuk terhadap kasus-kasus besar yang selama ini menjadi perhatian publik.
Menutup pernyataan sikapnya, para ulama dan tokoh Jawa Barat menyampaikan doa agar Kapolri mampu membawa institusi kepolisian kembali menjalankan fungsi utamanya sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.
“Terakhir, kami mendoakan Kapolri agar membawa institusi Kepolisian sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat,” tandas Asep. []






