NASIONAL

Era AI: Jurnalis Tak Akan Digantikan, Justru Semakin Dibutuhkan

Menjaga Adab di Ruang Publik

Lebih jauh, Ismail mengingatkan bahwa tugas jurnalis tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga menjaga adab publik.

Menurutnya, fakta tanpa adab dapat melukai, sementara adab tanpa fakta berpotensi menipu.

Karena itu, jurnalisme tidak boleh mempermalukan seseorang melebihi kebutuhan publik, memperuncing konflik demi trafik, atau memotong konteks hanya untuk membangun kebencian.

Dalam Islam, kebenaran tidak hanya ditentukan oleh apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana dan untuk tujuan apa informasi itu disampaikan.

Jurnalis Masa Depan

Di era AI, kompetensi jurnalis tidak lagi cukup hanya menguasai teknik menulis berita.

Jurnalis masa depan harus memahami cara berinteraksi dengan AI, membaca data, melakukan verifikasi digital, memahami etika narasi, serta mampu mengaudit penggunaan teknologi.

Namun di atas semua itu, kemampuan yang paling penting adalah menjaga niat, amanah, dan kedisiplinan moral.

“Jangan takut pada AI, tetapi jangan pula tunduk pada AI. Tunduklah pada kebenaran, adab, dan amanah,” pungkas Ismail.[]

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button