QUR'AN-HADITS

Etika Penggunaan Media Digital dalam Perspektif Islam

Mencari dan Menyebarkan Kemaslahatan

Penggunaan media digital harus diarahkan melalui dengan mencari pengetahuan yang bermanfaat, kontribusi dalam menyebarkan kebaikan, dan memberikan dampak yang positif bagi umat manusia. Filterisasi ini harus dilakukan dalam mendukung konten seperti edukatif dan inspiratif.

Penggunaan Bahasa yang Sopan

Komunikasi digital harus menggunakan kata-kata yang sopan dan baik, tidak mengandung unsur SARA serta tidak provokatif, sesuai dengan adab berkomunikasi dalam Islam.

Menjaga sopan santun di dunia maya adalah bentuk sadar bahwa betapa pentingnya setiap kata yang dikeluarkan akan berdampak kepada diri sendiri dan juga orang lain.

Fenomena etika bahasa dalam dunia digital adalah cerimana yang tidak dapat diabaikan, karena dalam kebebasan berekspresi juga harus diperhitungkan oleh kesadaran dan pertanggungjawaban.

Firman Allah SWT yang menegaskan keburukan pengumpat dan pencela serta larangan mengikutinya.

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. (QS. Al-Humazah: 1).

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, yang suka mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah. (QS. Al-Qalam 10 – 11) []

*Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Laman sebelumnya 1 2 3
BACA JUGA
Close
Back to top button