DAERAH

Gelar Wisuda Kedua, ADI Kota Bogor Cetak Lompatan Kader Dai

Lebih jauh, Kiai Muhyiddin mengajak para lulusan ADI memiliki visi dakwah yang mendunia. Menurutnya, kebutuhan terhadap pendakwah tidak hanya berada di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara.

“Dakwah harus global,” katanya. Ia bahkan mencontohkan Australia sebagai salah satu negara yang membutuhkan pendakwah.

Pembina DDII Pusat, MS Kaban, mengingatkan para wisudawan bahwa menjadi dai berarti mengemban misi besar yang diwariskan para nabi, yakni mengajak manusia kepada kebaikan dan jalan Allah.

Mantan Menteri Kehutanan itu mengenang pengalamannya ketika masih menjadi aktivis kampus dan mendapatkan motivasi dari pendiri Dewan Dakwah, Mohammad Natsir. Salah satu bentuk perhatian Pak Natsir kepada para aktivis kala itu adalah memberikan buku sebagai bekal untuk belajar dan memahami Islam.

Karena itu, ia mengaku terharu melihat para orang tua yang telah mengantarkan anak-anak mereka menjadi calon dai. “Bapak-bapak, Ibu-ibu telah mempersiapkan pelanjut-pelanjut risalah para nabi, para dai-dai,” tuturnya.

MS Kaban juga mengingatkan bahwa perjalanan dakwah tidak selalu mudah. Para dai bisa saja menghadapi orang-orang dengan karakter seperti Namrud maupun Firaun. Namun, seorang dai tidak boleh gentar karena tempat bersandarnya adalah Allah SWT.

“Tidak ada power yang perlu dikhawatirkan dalam membawa kalimat Allah Subhanahu wa ta’ala,” tegasnya.

Sementara itu, Pembina DDII Kota Bogor, KH Muhammad Abbas Aula, mengingatkan para wisudawan mengenai janji Allah kepada orang-orang yang menolong agama-Nya.

Ia mengutip kandungan QS. Muhammad ayat 7 dan QS. Al-Hajj ayat 40 tentang pertolongan Allah bagi mereka yang menolong agama-Nya.

Menurutnya, ada tiga hal utama yang harus menjadi perhatian: menegakkan salat, menunaikan zakat, serta melakukan amar makruf nahi mungkar.

Ketiga hal tersebut, katanya, menjadi bagian penting dari ikhtiar untuk menghadirkan pertolongan Allah SWT dalam perjuangan dakwah.

Pesan tersebut menjadi penutup yang kuat bagi para wisudawan: gelar yang mereka sandang bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang sebagai kader dakwah. []

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button