Genosida Israel di Gaza Ancam Tatanan Global
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera Arabic setelah forum mengenai perundingan dengan AS, Araghchi mengatakan kedua pihak telah sepakat untuk menggelar putaran kedua perundingan, meski tanggalnya belum ditetapkan.
Namun, ia menyebut Teheran dan Washington sama-sama meyakini perundingan tersebut harus digelar “dalam waktu dekat”.
Ketika ditanya tentang kemungkinan perang dengan AS, ia mengatakan kemungkinan itu selalu ada, tetapi Iran siap untuk perdamaian maupun perang.
Salah satu pernyataan pentingnya adalah penegasan kepada kawasan. Araghchi mengatakan Teheran menyampaikan kepada pihak Amerika dan negara-negara kawasan bahwa Iran hanya akan menargetkan pasukan AS yang ditempatkan di kawasan jika terjadi serangan AS, bukan negara-negara itu sendiri.
“Kami tidak akan menyerang negara-negara tetangga; melainkan akan menargetkan pangkalan-pangkalan AS yang berada di sana. Ada perbedaan besar antara keduanya.”
Israel Berupaya ‘Mencegah Berdirinya Negara Palestina’
Sheikh Hamad bin Thamer bin Mohammed Al Thani, Ketua Dewan Jaringan Media Al Jazeera, mengatakan dalam pidato pembukaannya bahwa serangan Israel telah menjadi titik balik bagi isu Palestina, seraya memperingatkan bahwa pendudukan berupaya mengubah realitas di lapangan secara permanen.
Dalam pidatonya di forum, ia memperingatkan bahwa “pendudukan Israel berupaya menduduki kembali Gaza dengan memindahkan penduduknya … menetap di sebagian wilayahnya dan … Tepi Barat … untuk mencegah berdirinya negara Palestina”.
Ia juga menekankan besarnya korban yang ditanggung para jurnalis yang meliput perang, dengan mengatakan Al Jazeera “telah berkorban… dan membayar harga yang mahal dan berharga dari para korespondennya,” seraya mencatat bahwa para reporter “menjadi sasaran hanya karena mereka ingin melaporkan kebenaran kepada dunia”.
Meski menghadapi risiko, jaringan tersebut tetap berkomitmen untuk “melaporkan kebenaran kepada dunia,” katanya, sambil menghormati para jurnalis yang “membayar harga tertinggi … demi kebenaran”.
Ancaman Israel terhadap Laut Merah
Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, yang juga berbicara di forum, memperingatkan bahwa perang Israel di Gaza dan meningkatnya ketegangan di Laut Merah berlangsung bersamaan dengan runtuhnya sistem internasional secara lebih luas.
Ia mengatakan krisis Palestina mewakili “tingkatan lain dari keterlibatan yang tidak manusiawi dalam sejarah dunia,” seraya memperingatkan bahwa kegagalan mencapai “solusi yang adil … dan berkelanjutan berdasarkan solusi dua negara” berisiko memperpanjang ketidakstabilan di kawasan dan sekitarnya.
Menempatkan konflik dalam konteks geopolitik yang lebih luas, Mohamud memperingatkan bahwa fondasi tata kelola global sedang melemah.






