#Perang Iran vs AS-IsraelINTERNASIONAL

Gubernur Teheran: Iran Siap untuk Perang Panjang, Akan Balas dengan Keras

Teheran (SI Online) – Gubernur Teheran Mohammad Sadegh Motamedian mengatakan bahwa lembaga budaya, ilmiah, dan sipil telah mengalami kerusakan besar akibat agresi Amerika Serikat dan Israel.

Kepada Al Mayadeen, Ahad (15/3), Motamedian menyatakan, Iran telah bersiap untuk perang yang berkepanjangan dan akan merespons dengan keras berdasarkan prinsip “mata dibalas mata.”

Berbicara kepada Al Mayadeen, Motamedian mengatakan bahwa perang tersebut tidak lagi terbatas pada Iran dan Amerika Serikat, seraya menekankan bahwa dampaknya sudah mulai memengaruhi perekonomian global.

Ia menambahkan bahwa Washington masuk ke kawasan tersebut “atas nama demokrasi” dengan tujuan menjarah sumber daya rakyatnya, sambil menegaskan bahwa “para musuh tidak memiliki sejarah yang nyata dan sedang melancarkan perang kriminal tanpa henti.” Ia juga mengatakan bahwa rakyat Iran menyaksikan secara langsung besarnya kejahatan yang dilakukan oleh pendudukan Israel.

Pusat budaya dan ilmiah jadi sasaran utama

Motamedian menekankan bahwa lembaga budaya, ilmiah, dan sipil termasuk di antara target utama agresi AS–Israel, seraya menyebut bahwa 19 museum di Teheran dan 58 pusat lainnya di seluruh Iran telah mengalami kerusakan.

Ia juga menyatakan bahwa “tuntutan tidak sah” entitas Israel pada akhirnya harus dibayar oleh rakyat kawasan, seraya menambahkan bahwa fasilitas medis, budaya, dan keagamaan juga mengalami kerusakan akibat agresi tersebut.

Mengenai situasi keamanan dalam negeri, Motamedian mengatakan kondisi tetap stabil berkat kemampuan pasukan militer dan aparat keamanan negara. Ia juga menambahkan bahwa seluruh infrastruktur jalan yang rusak akibat serangan di Teheran telah diperbaiki oleh otoritas terkait.

Ia juga menyinggung kerja sama yang terus berlangsung antara pedagang Iran dan mitra mereka di negara-negara tetangga untuk mengamankan barang-barang penting dan memastikan pasokannya tetap berlanjut, seraya menegaskan bahwa tidak ada kekurangan komoditas pokok maupun bahan bakar di negara tersebut.

Pemerintahan berdasarkan kedaulatan rakyat

Pejabat Iran itu menegaskan bahwa masyarakat berdiri bersama angkatan bersenjata dalam menjaga keamanan ibu kota, dan menekankan bahwa sistem pemerintahan Iran berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat.

Ia juga menggambarkan International Quds Day tahun ini sebagai “berbeda dari tahun-tahun sebelumnya” karena besarnya jumlah peserta yang hadir dalam peringatan tersebut.

Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada CBS News bahwa Iran tidak meminta gencatan senjata dalam perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan akan terus mempertahankan diri “selama diperlukan.”

Berbicara dalam program Face the Nation bersama Margaret Brennan, Araghchi menggambarkan konflik tersebut sebagai “perang pilihan Presiden Donald Trump dan Amerika Serikat,” seraya menambahkan bahwa serangan-serangan AS dilakukan “karena Presiden Trump ingin bersenang-senang”. []

Sumber: Al Mayadeen English

Back to top button