Guru Politik Islam yang Hebat
Haramnya bantuan militer negara negara kafir itu ditunjukkan Ustadz dengan dalil dalil yang kuat. Baik dalam Al-Qur’an maupun Hadits. Juga pendapat Imam Syaukani, Ibnu Qudamah, para Imam Mazhab dan lain lain.
Pendapat Ustadz Abdurrahman ini bertentangan dengan pendapat Ulama Saudi dan beberapa ulama lainnya.
Yang menarik, gara-gara menulis buku ini, Ustadz Abdurrahman dipecat sebagai dosen LIPIA. Seperti kita tahu LIPIA adalah lembaga pendidikan Islam milik Kerajaan Saudi. Ustadz Abdurrahman tenang saja dipecat. Ia bisa berdakwah dimanapun meski tidak punya jabatan apapun.
Begitulah tidak menariknya Saudi. Saya jadi teringat kisah mualaf Ametika Prof Jeffry Lang. Ketika masuk Islam, ia ingin belajar Islam pada ulama Saudi beberapa tahun lamanya. Ia mengira Saudi adalah pusat keilmuan Islam. Baru beberapa bulan tidak tinggal disana, ia tidak betah. Ia balik ke negaranya.
Budaya ilmu yang bebas dan terbuka memang tidak hidup di Saudi. Para ulama yang mengritik kerajaan, bisa dipenjara atau dibunuh. Dalam suasana ketakutan, ilmu tidak akan berkembang. Ketika ilmu tidak berkembang, teknologi juga tidak berkembang. Maka jangan heran, Saudi tergantung teknologi pada Ametika termasuk teknologi militernya. Bahkan kini Mohammad bin Salman, dengan pemikiran liberalnya sering mengundang artis artis Hollywood untul mengadakan pertunjukan di Saudi.
Ya begitulah pemikiran ulama atau intelektual Islam yang hebat. Ia mampu memprediksi masa depan. Orang alim itu mampu melihat apa yang tidak dilihat orang awam kebanyakan.
Kini kita melihat banyak pangkalan militer Ametika di negara negara Arab. Permulaannya adalah Saudi yang mengundangnya.
Dan ketika pangkalan militer itu telah bercokol puluhan tahun, Ametika (dan Israel) makin membabi buta membunuhi kaum Muslimin. Lihatlah ketika Israel dengan bantuan persenjataan dari Amerika membantai lebih dari 72 ribu Muslim Gaza. Negara negara Arab hanya menonton dan tidak berani membela Muslim Gaza, karena militer Amerika ada di dekat mereka.
Kini ketika AS dan Israel menghancurkan dan membunuhi Muslim Iran, negara negara Arab pun hanya menonton. Bahkan ada diantara negara Arab itu yang membantu Amerika.
Maka tidak salah, bila Iran menyerang pangkalan pangkalan militer di negara negara Arab selain menyerang ke Israel’. Karena diantaranya dari pangkalan militer di negara Arab itulah, Ametika menyerang Iran.
Kita tentu sebagai Muslim mesti mendukung Iran. Karena Iran tidak salah apa apa tiba tiba diserang Amerika Israel. Dua negara ini memang mempunyai nafsu bejat suka membunuh. Mereka merasa diri sebagai ras yang hebat yang harus menjadi pemimpin dunia meski dengan jalan membunuh jutaan manusia lain.
Al-Qur’an mengingatkan,
اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ ۙ
“Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu”. QS Al Hajj 39





