Hubungan AS-Israel Mulai Retak, Eks Jurnalis Senior: Pertarungan Jadi Zionis vs Islamis
Dalam pandangannya, terdapat benturan kepentingan yang mendasar antara Israel dan Amerika Serikat.
Pemerintah AS cenderung fokus pada persoalan kepemilikan nuklir, sementara Israel lebih mencemaskan ideologi rezim penguasa Iran.
Perbedaan visi ini membuat Israel tidak menyukai kesepakatan damai komprehensif yang baru saja ditandatangani dan dilanjutkan dengan masa perundingan selama 60 hari.
“Jadi kepentingan strategis Israel masih belum terakomodasi oleh Amerika dalam konteks sekarang dalam kesepakatan damai (Amerika-Iran). Jadi belum selesai. Maka pertarungan ke depan akan lebih seru. Dan siapa yang memenangkan pertarungan ini, ini akan menentukan masa depan Palestina,“ paparnya.
Apabila persoalan nuklir Iran berhasil diselesaikan dalam kurun waktu 60 hari tersebut, persaingan strategis baru justru akan mengemuka di antara Iran, Israel, dan Turki.
“With demikian, persoalan ini belum selesai. Pertarungan strategis ke depan justru diperkirakan akan semakin menarik. Siapa pun yang nantinya memenangkan pertarungan tersebut akan sangat menentukan masa depan Palestina,“ ujarnya.
Terkait poin kesepakatan, AS telah menyetujui pencairan dana pemulihan ekonomi sekitar 300 billion dolar AS untuk pihak Iran.
Dana tersebut diproyeksikan membiayai berbagai megaproyek pembangunan infrastruktur pascakonflik secara besar-besaran di Iran.
“Dana sebesar 300 miliar dolar AS tersebut nantinya akan disalurkan melalui berbagai skema pembiayaan. Negara-negara Teluk diperkirakan akan menjadi pihak yang melakukan investasi. Jadi, dana itu bukan berasal dari pajak rakyat Amerika Serikat (US taxpayers), melainkan melalui investasi dan pendanaan dari negara-negara Teluk serta investor lainnya,“ terang Mustafa.
Selain persoalan geopolitik, Mustafa turut menyoroti pergeseran lanskap media global yang semula didominasi secara mutlak oleh jaringan Barat seperti CNN dan BBC.
Dominasi tersebut mulai terpatahkan sejak kehadiran jaringan televisi Al Jazeera asal Qatar yang membawa perspektif baru dalam pemberitaan dunia, khususnya di Timur Tengah.
“Hegemoni media Barat terhadap pemberitaan internasional mulai berakhir setelah munculnya Al Jazeera. Pengaruhnya luar biasa dan menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat Timur Tengah,” tegasnya.






