NASIONAL

Hubungan AS-Israel Mulai Retak, Eks Jurnalis Senior: Pertarungan Jadi Zionis vs Islamis

Ia menambahkan bahwa media-media di dunia Islam perlu terus diperkuat agar mampu menyajikan pemberitaan internasional secara lebih objektif dan berimbang.

Sebagai mantan koresponden luar negeri, Mustafa mengaku tetap rutin mengonsumsi media Israel seperti Haaretz, Jerusalem Post, dan Yedioth Ahronoth.

Langkah tersebut murni dilakukan secara profesional demi memetakan dinamika politik serta membaca arah opini publik yang berkembang di internal Israel.

“Saya membaca media Israel hampir setiap hari. Mereka sangat cepat dan profesional dalam pemberitaan. Kita harus memahami bagaimana mereka berpikir dan bagaimana lanskap politik mereka bekerja,” ujarnya.

Ia kemudian mencontohkan kebijakan taktis Presiden Mesir Anwar Sadat pasca-Perang Arab-Israel 1973.

Kala itu, Sadat mewajibkan pengajaran bahasa Ibrani di berbagai universitas Mesir sebagai instrumen penting untuk memahami psikologi lawan.

“Sadat pernah mengatakan, ‘Kenalilah musuhmu.’ Karena itu berbagai universitas di Mesir membuka program studi bahasa Ibrani agar masyarakat dan para ahli memahami Israel secara lebih baik,” kata Mustafa.

Baginya, pemahaman komprehensif terhadap peta pemikiran lawan merupakan modal utama dalam merumuskan strategi politik, langkah diplomasi, maupun narasi media yang efektif.

Mustafa Abdurrahman sendiri merupakan jurnalis senior yang memiliki rekam jejak panjang dalam peliputan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Ia bergabung dengan Harian Kompas sejak tahun 1991 dan sempat menempati pos penugasan sebagai koresponden di Kairo, Mesir.

Selain aktif menulis analisis geopolitik internasional, ia telah menerbitkan beberapa karya literatur ilmiah.

Buku-buku yang telah ditulisnya antara lain Afganistan di Tengah Arus Perubahan: Laporan dari Lapangan (2002), Napak Tilas Negeri Mesir: Dari Era Firaun, Romawi-Yunani, Islam hingga Modern (2023), serta Operasi Senyap Mossad di Dunia Arab dan Iran (2023) yang ditulis bersama Fajar Riza Ul Haq.[]

Rep: Nuim Hidayat

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button