Ihya Ramadhan dengan Hati Bersih dan Semangat Membara
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka. Mari kita sambut bulan suci ini dengan hati yang bersih dan semangat yang membara.
Qobla Ramadhan
Berikut di antara kegiatan yang dapat dilakukan sebagai bagian dari persiapan untuk menyambut Ramadhan.
1. Mengikuti tarhib (pembekalan) Ramadhan, karena Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang tidak mempersiapkan diri untuk Ramadhan, maka ia tidak akan mendapatkan keberkahan Ramadhan.” (HR. Ahmad).
2. Silaturahmi kepada orang tua keluarga, dan karib kerabat, karena Allah Swt berfirman: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapakmu, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu السبيل, dan hamba sahayamu.” (QS. An-Nisa: 36)
3. Ikut aktif bersih-bersih rumah, mushola, masjid, dan lingkungan bersama masyarakat, karena Rasulullah saw bersabda: “Iman itu ada tujuh puluh cabang, yang paling tinggi adalah ucapan La ilaha illallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.” (HR. Muslim)
Ihya Ramadhan
Berikut aktivitas ibadah dalam rangka untuk ihya Ramadhan (menghidupkan Ramadhan).
1. Melaksanakan shalat fardu berjamaah di masjid/mushola, karena Rasulullah saw bersabda: “Shalat berjamaah lebih baik daripada shalat sendirian dengan dua puluh lima derajat.” (HR. Bukhari).
2. Tilawah Al-Qur’an selama Ramadhan, karena Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan bahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf: 2).
3. Mengikuti Kuliah Ramadhan (Kultum) selama Ramadhan, karena Rasulullah saw bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)
Ba’da Ramadhan
Berikut amalan yang dilakukan setelah Ramadhan agar sepanjang tahun terasa suasana Ramadhan.
1. Melaksanakan shalat Idulfitri, karena Rasulullah saw bersabda: “Dua hari raya yang paling besar adalah Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Muslim).
2. Aktif silaturahmi ke orang tua tetangga, dan karib kerabat, karena Allah Swt berfirman: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapakmu, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu السبيل, dan hamba sahayamu.” (QS. An-Nisa: 36)
Semoga kita semua dapat memanfaatkan bulan Ramadhan untuk meningkatkan iman dan taqwa kita, serta menjadi insan yang lebih baik. Amin.[]
Imam Nur Suharno, Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat.






