#Lawan IslamofobiaLAPSUS

India Akan Robohkan Kampus yang Didirikan Pemimpin Muslim

Polisi Datang ke Rumah Kami

Sementara aksi protes terus meluas, pihak universitas telah mengajukan gugatan terhadap keputusan RDA. Usman Ali, lulusan Fakultas Hukum, menegaskan bahwa para mahasiswa hanya menuntut hak mereka secara damai.

“Kalau kelompok lain bisa memperoleh hasil melalui demonstrasi damai, mengapa kami sebagai mahasiswa Muslim tidak bisa mencapai tujuan yang sah, yaitu menghentikan pembongkaran universitas kami? Kalau perjuangan ini membutuhkan pengorbanan, kami siap berkorban. Tetapi kami tidak akan lagi menerima ketidakadilan ini.”

Usman juga menuduh aparat kepolisian berusaha menekan para peserta aksi. Ia menyebut polisi mendatangi rumah-rumah mahasiswa dan mengancam orang tua mereka agar menghentikan aksi protes.

Pada hari Sabtu, para demonstran mendapat dukungan dari delegasi anggota parlemen Partai Samajwadi. Dukungan hadir dari Javed Ali Khan, Ziaur Rahman Barq dari Sambhal, dan Iqra Choudhary dari Kairana.

Sejak Narendra Modi berkuasa pada 2014, India mengalami peningkatan tajam dalam pembongkaran bangunan. Berbagai organisasi HAM menyatakan bahwa pola pembongkaran tersebut secara tidak proporsional menimpa komunitas Muslim.

Pakar sastra Hindi di Universitas Delhi, Apoorvanand, menilai pembongkaran ini memiliki beberapa tujuan politik. Di antaranya mempertontonkan konfrontasi terhadap tokoh Muslim dan menekan lembaga minoritas.

Di Rampur, Abdul Kaleem Ansari membandingkan perjuangan mereka dengan gerakan CJP yang berhasil memaksa Menteri Pendidikan mundur. Ia heran mengapa gerakan reformasi pendidikan lain tidak menyuarakan ancaman pembongkaran universitas ini.

“Sungguh mengherankan. Mereka berbicara tentang reformasi pendidikan, tetapi tidak mengatakan apa pun mengenai surat perintah pembongkaran terhadap Universitas Jauhar, sebuah universitas minoritas yang hanya berjarak beberapa ratus kilometer dari Delhi.”

Ia menutup pernyataannya dengan nada penuh kekhawatiran. “Masa depan seluruh mahasiswa dan alumninya dipertaruhkan, dan kami tidak tahu harus melangkah ke mana setelah ini.” []

[Asad Ashraf]

Sumber: Aljazeera.com

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button