IRGC Serang Lokasi AS dan Fasilitas Infrastruktur Nuklir Israel
Teheran (SI Online) – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang baru serangan dalam kampanye militer balasan yang sedang berlangsung, dengan mengonfirmasi bahwa Gelombang 82 dari Operasi “True Promise 4” saat ini sedang berlangsung dan menargetkan sejumlah instalasi militer yang terkait dengan Amerika Serikat.
Menurut pernyataan resmi dari kantor hubungan masyarakat IRGC, operasi yang dimulai saat fajar hari Kamis itu dilaksanakan sebagai penghormatan kepada warga wilayah utara Iran, termasuk Azerbaijan Timur, Ardabil, Gilan, Mazandaran, dan Golestan.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut gelombang terbaru menargetkan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya di Kamp Arifjan yang dioperasikan AS di Kuwait serta wilayah Al-Kharj di Arab Saudi, selain infrastruktur militer penting milik AS.
Di antara lokasi yang diserang adalah fasilitas logistik pertahanan AS serta perusahaan Kuwait and Gulf Link Transport (KGL), yang menurut IRGC digunakan dalam peluncuran serangan terbaru ke Khorramshahr.
Operasi ini juga dilaporkan mencakup serangan terhadap sistem radar Patriot dan hanggar pesawat pengintai Boeing P-8 Poseidon di Sheikh Isa, Uni Emirat Arab. Selain itu, tangki bahan bakar, hanggar drone MQ-9, serta antena komunikasi satelit yang terkait dengan operasi drone di Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait juga menjadi sasaran.
Instalasi militer AS di Al Dhafra dan Ali Al-Salem juga turut diserang. Rekaman video beberapa peluncuran juga telah dirilis.
IRGC menyatakan bahwa selain drone serangan satu arah, pihaknya menggunakan rudal canggih dan presisi seperti Kheibar Shekan, Zolfaghar, Emad, dan Ghadr, termasuk rudal multi-hulu ledak serta drone penghancur.
Fasilitas Israel terkait infrastruktur nuklir ikut diserang
Dalam pembaruan selanjutnya terkait Gelombang 82, IRGC memperluas serangannya dengan mengerahkan rudal berbahan bakar padat dan cair dalam eskalasi terkoordinasi.
Serangan tersebut dilakukan untuk mengenang Presiden Iran yang telah wafat, Ebrahim Raeisi, Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian, serta rekan-rekan mereka.
Menurut pernyataan tersebut, rudal-rudal itu menargetkan pusat komando dan kendali militer di wilayah Palestina yang diduduki, serta fasilitas yang terkait dengan infrastruktur nuklir di kawasan selatan Laut Mati.
Selain itu, wilayah Kiryat Shmona, Tel Aviv bagian utara, selatan, dan tengah, serta Haifa juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.






