SUARA PEMBACA

Islam Pemimpin Dunia

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS.Muhammad: 7)

Indonesia merupakan penduduk terbesar muslim di dunia, sungguh suatu kebanggaan terbesar bagi kita yang berada di wilayah nusantara ini.

Menilik sejarah pada masa lampau, bagaimana Islam pernah menguasai dua pertiga dunia sesungguhnya itu bukan perkara yang mudah dan praktis.

Pun Rasulullah Saw ketika diangkat menjadi seorang Nabi, hingga terjun langsung berdakwah ditengah umatnya beliau tidak hanya duduk manis, berdoa dan memperbaiki ibadah mahdhah dan ghairu mahdha-Nya saja, melainkan banyak upaya dan pengorbanan yang beliau lakukan hingga Islam ini tegak.

Rasulullah Saw menerapkan syariat Islam di segala bidang di dalam negeri dan menyebarkan risalah Islam ke luar negeri melalui dakwah dan jihad fi sabilillah. Pada saat beliau wafat 12 Rabiul Awal 11 H atau 6 Juni 632 M, fungsi kenabian terhenti. Namun fungsi kepemimpinan negara terus dilanjutkan oleh para shahabat dalam sebuah sistem pemerintahan Khilafah Islamiyah.

Khilafah adalah sebuah institusi pemerintahan dan simbol kerajaan Islam, belahan timur dan barat membicarakan nya tanpa terkecuali Indonesia. Bagaimana tidak, dua imperium terbesar saat itu mampu dikuasai oleh Khilafah.

Selama 14 abad kaum muslimin hidup dalam pemerintahan Islam, yang mana diterapkan hukum-hukum Islam dalam seluruh aspek kehidupan, hingga Khilafah Turki Utsmani dihancurkan pada tanggal 3 Maret 1924, dengan cara menghapus sistem kekhalifahan, dan menggantinya dengan sistem republik oleh seorang keturunan yahudi yaitu Mustafa Kemal Attaturk laknatullah.

Jejak Khilafah di Nusantara

Namun tahukah kita, jika ternyata kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara sangat berhubungan erat dengan Khilafah Utsmani. Hal ini terbukti dengan adanya peninggalan-peninggalan arsitektur bangunan, dan kuburan yang identik dengan Islam saat itu.

Kesultanan Aceh sebagai khalifah di wilayah Jawi (Nusantara) misalnya. Penunjukan ini diyakini merupakan hasil diplomasi al-Qahhar pertengahan pertama abad ke-16, yang mencatat Sultan Turki mendeklarasikan fatwa bahwa ada dua Raja di Dunia, yaitu “Raja Rum di Barat dan Raja Aceh di Timur”, mereka digambarkan punya kedudukan yang sama dengan Nabi Sulaiman dan Zulkarnaen Agung.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button