Israel Bebaskan 15 Warga Gaza dengan Luka Penyiksaan dan Kondisi Medis Kritis
Gaza (SI Online) – Lima belas warga Palestina yang baru saja dibebaskan dari penjara Israel dilaporkan dalam kondisi fisik yang sangat memprihatinkan dengan tubuh kurus kering serta dipenuhi bekas luka penyiksaan.
Proses pembebasan belasan warga tersebut dilakukan otoritas Israel melalui perlintasan Kerem Shalom di wilayah selatan Jalur Gaza pada Ahad (26/04/2026).
Kondisi para mantan tahanan ini menjadi bukti nyata atas perlakuan tidak manusiawi yang selama ini mereka terima di balik jeruji besi militer penjajah.
Berbagai kesaksian dan dokumen hak asasi manusia menegaskan bahwa ribuan warga Gaza ditahan di fasilitas yang tidak layak serta mengalami penyiksaan, kelaparan, hingga pengabaian medis secara sistematis.
Kantor Media Tahanan menyatakan bahwa para korban langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah untuk mendapatkan perawatan darurat dengan pendampingan Komite Internasional Palang Merah.
Meski lembaga resmi belum merinci diagnosis medis secara detail, saksi mata melaporkan bahwa para tahanan tampak sangat kelelahan dan mengalami penurunan berat badan yang drastis.
Berdasarkan data resmi pemerintah Palestina, saat ini masih terdapat lebih dari 9.600 warga yang mendekam di penjara Israel, termasuk di antaranya 90 perempuan dan 350 anak-anak.
Situasi kemanusiaan ini tetap membara di tengah masa gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober tahun lalu setelah konflik panjang menghancurkan wilayah tersebut.
Agresi militer yang berlangsung selama dua tahun terakhir telah merenggut lebih dari 72.000 nyawa serta melukai ratusan ribu warga sipil lainnya di Jalur Gaza.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus mendesak pengawasan ketat terhadap kondisi para tahanan yang masih tertahan di bawah otoritas keamanan Israel.[]
sumber: Anadolu Agency






