OPINI

Israel Takut pada Amal Khalil Sebagaimana Mereka Takut pada Shireen Abu Akleh

Kematian Amal Khalil membangkitkan ingatan kolektif publik terhadap pembunuhan jurnalis senior Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, yang ditembak di Jenin empat tahun silam.

Shireen juga menjadi target militer Israel saat melaporkan dari wilayah yang menjadi simbol perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan.

Catatan kelam menunjukkan bahwa lebih dari 250 jurnalis dan pekerja media Palestina telah terbunuh oleh Israel sejak pecahnya genosida di Gaza baru-baru ini.

Baca juga: Tentara Israel Tembak Mati Wartawati Al Jazeera di Tepi Barat

Banyak dari jurnalis tersebut tewas saat menjalankan tugas resmi di lapangan atau menjadi korban serangan udara langsung yang menyasar rumah tinggal keluarga mereka.

Pembunuhan Amal Khalil memperpanjang daftar hitam penargetan jurnalis yang menjadikan periode sejak Oktober 2023 sebagai waktu paling mematikan bagi pers dalam sejarah konflik dunia.

Fenomena ini terjadi karena adanya struktur imunitas yang memberikan rasa aman bagi rezim Israel untuk melakukan kejahatan perang tanpa takut akan konsekuensi hukum internasional.

Rezim Israel telah menarik kesimpulan dari pengalaman selama puluhan tahun bahwa dukungan dari sekutu Barat tidak akan pernah surut meski mereka melakukan tindakan brutal.

Keberanian Israel dalam melakukan kekerasan secara terbuka merupakan hasil langsung dari pembiaran dan kekebalan hukum yang mereka nikmati di panggung global.

Saat ini jurnalis bukan lagi dianggap sebagai korban tidak sengaja dalam baku tembak, melainkan telah menjadi target perburuan yang direncanakan secara sistematis.

Amal memahami sepenuhnya risiko nyawa yang ia pertaruhkan demi menjadi saksi sejarah atas kekejaman yang menimpa masyarakat di Lebanon dan Palestina.

Rezim Israel sengaja melenyapkan nyawa Amal Khalil karena mereka tidak menginginkan ada saksi yang mampu menyuarakan kebenaran kepada dunia internasional.

Selama dunia hanya berduka sejenak namun tetap memberikan perlindungan diplomatik bagi pelaku, maka pembunuhan terhadap jurnalis berikutnya akan terus menjadi hal yang tak terelakkan.[]

sumber: Aljazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button