NUIM HIDAYAT

Jadikan Al-Qur’an sebagai Panduan Berpikir

Pada 15 September 2020, UEA dan Bahrain secara resmi menandatangani Abraham Accords dengan Israel di Gedung Putih, lalu disusul Maroko dan Sudan.

Abraham Accords sebenarnya adalah tipu daya Israel agar negara-negara Arab tidak lagi memusuhi mereka. Pemimpin dan intelektual Israel mengklaim bahwa Nabi Ibrahim a.s. adalah bapak semua agama (Yahudi, Kristen, dan Islam), hingga banyak pihak tertipu propaganda ini.

Bila mau menelaah Al-Qur’an secara cermat, tidak pernah disebutkan bahwa Nabi Ibrahim a.s. adalah bapak ketiga agama tersebut.

Allah Swt. berfirman:

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, Muslim, dan dia bukanlah termasuk orang-orang musyrik.” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 67)

Para nabi atau rasul semuanya beragama Islam. Tidak ada nabi yang beragama Yahudi, Nasrani, atau agama lainnya.

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Katakanlah, ‘Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya‘qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan Kami adalah orang-orang Muslim (berserah diri kepada-Nya).” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 136)

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

“Dia telah mensyariatkan bagi kamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu: tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki untuk agama-Nya dan memberi petunjuk kepada agama-Nya bagi orang yang kembali kepada-Nya.” (Q.S. Asy-Syura [42]: 13)

وَقَالَ مُوسَىٰ يَا قَوْمِ إِن كُنتُمْ آمَنتُم بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ

“Musa berkata, ‘Wahai kaumku! Jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya jika kamu benar-benar orang-orang Muslim.’” (Q.S. Yunus [10]: 84)

إِنَّهُ مِن سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ ۝

“Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan isinya, ‘Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Janganlah kamu berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang Muslim.’” (Q.S. An-Naml [27]: 30–31)

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Ketika Isa merasakan kekafiran mereka, dia berkata, ‘Siapakah yang akan menjadi penolongku menuju Allah?’ Para Hawari (para pengikut Nabi Isa) berkata, ‘Kamilah penolong-penolong Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang Muslim.’” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 52)

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa kufur terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 19)

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barang siapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan pernah diterima darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 85)

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button