Jejak Dukungan Maduro untuk Kemerdekaan Palestina
Tuduhan Narkoterorisme. Pada 2020, Departemen Kehakiman AS secara resmi mendakwa Maduro dengan tuduhan “narkoterorisme.” AS menuduh Maduro memimpin kartel narkoba “Cartel de los Soles” untuk membanjiri wilayah AS dengan kokain sebagai bentuk perang asimetris.
Pengakuan Juan Guaidó. Trump memimpin koalisi internasional untuk mengakui tokoh oposisi Juan Guaidó sebagai “presiden sah,” sebuah langkah yang oleh Maduro disebut sebagai upaya kudeta yang kasar.
Kebijakan yang Dianggap Merugikan AS
Maduro secara konsisten mengambil langkah yang menantang hegemoni dolar dan pengaruh militer AS di kawasan Karibia. Salah satu kebijakan paling krusial adalah dedolarisasi ekonomi Venezuela, di mana ia mulai menjual minyak menggunakan mata uang lain seperti Euro dan Yuan, serta menciptakan mata uang kripto “Petro.”
Selain itu, Maduro mengusir lembaga-lembaga AS yang dianggap sebagai alat spionase dan secara aktif memperkuat kerja sama militer dengan negara-negara yang menjadi rival strategis Washington. Langkah ini membuat Venezuela menjadi benteng anti-imperialis yang paling sulit ditembus di Amerika Latin, yang secara langsung mengancam Doktrin Monroe yang selama ini dipegang teguh oleh AS.
Dukungan Tegas Maduro terhadap Palestina
Di tengah beragam tekanan AS, dukungan Maduro terhadap Palestina tidak pernah goyah. Bagi Maduro, perjuangan Palestina bukan sekadar masalah agama saja, melainkan masalah keadilan kemanusiaan yang paling mendasar.
Berikut adalah bentuk-bentuk dukungan nyata Venezuela di bawah kepemimpinan Maduro:
Bantuan Minyak dan Energi. Sejak 2014, Maduro menandatangani perjanjian untuk mengirimkan ribuan barel minyak dan diesel ke Palestina guna membantu mengatasi embargo ekonomi Israel.
Beasiswa Pendidikan. Venezuela memberikan ratusan beasiswa bagi mahasiswa Palestina untuk belajar kedokteran dan teknik di universitas-universitas Venezuela melalui program “Yasser Arafat Scholarship.”
Diplomasi di PBB. Venezuela selalu menjadi suara paling lantang dalam forum PBB untuk menuntut pengakuan penuh negara Palestina sebagai anggota PBB dengan perbatasan tahun 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
KTT ke-24 Aliansi Bolivarian untuk Rakyat Amerika (ALBA-TCP). Dalam pertemuan puncak aliansi negara-negara Amerika Latin (ALBA-TCP) pada Desember 2024, Maduro mengusulkan agar suatu hari nanti KTT tersebut diadakan di Yerusalem, Palestina yang merdeka. “KTT ALBA-TCP suatu hari akan diadakan di Palestina… di Yerusalem”.
Dia membayangkan masa depan di mana Yerusalem akan menjadi “kota suci di mana semua kelompok etnis hidup bersama dalam damai,” dibebaskan dari menjadi “kota kekuatan Zionis, imperialis dan pencetus perang”.
Melalui ALBA-TCP dan badan regional lainnya, Venezuela bekerja untuk mengonsolidasi solidaritas Amerika Latin dengan Palestina, mendorong negara-negara anggota untuk menurunkan hubungan dengan Israel dan mengakui kenegaraan Palestina.






