OPINI

Jokowi Ngapain Saja, Kok Bisa Sampai Kalah?

Story Highlights
  • Di media sosial narasi, nada, dan suaranya semua seragam. Lawan, perang, libas dan sejumlah narasi lainnya. Inilah naluri paling purba yang digambarkan dalam teori evolusi Charles Darwin sebagai mekanisme pelestarian ras dari seleksi alam.

Pilihan Jokowi atas Ma’ruf Amin juga banyak menimbulkan resistensi di kalangan pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok. Diduga mereka banyak yang memutuskan Golput.

Hari ini di medsos beredar video Ma’ruf Amin sedang berbincang dengan sejumlah orang, salah satunya Yusuf Mansyur. Ma’ruf menyebut Ahok sumber konflik bangsa, karena itu harus dihabisi!

Video yang diambil pada hari Raya Idul Fitri tahun lalu itu dipastikan akan membuat pendukung Ahok tambah marah dan kecewa kepada Jokowi. Ahok saat ini tengah menjalani semacam pengasingan di luar negeri bersama istri barunya, sampai pilpres berakhir.

Fakta itu menjelaskan mengapa semua upaya yang dilakukan Jokowi untuk mendongkrak elektabilitasnya sia-sia. Elektabilitasnya hanya di bawah 50 persen, dengan trend terus menurun. Artinya ada lebih dari 50 persen pemilih tidak lagi menghendaki Jokowi.

Didukung oleh parpol besar, birokrasi pemerintah, aparat intelijen, pengerahan anggota kepolisian sampai tingkat Polsek, penyebaran Bansos, dan CSR BUMN besar-besaran, media dikooptasi, para ulama dibungkam, lawan politik dikriminalisasi, modal besar, kampanye yang sangat massif, dan publikasi besar-besaran lembaga survei, semua itu tetap tak menolong Jokowi.

Jika “berkelahi” tak juga bisa dimenangkan, maka hanya satu opsi yang tersisa bagi Jokowi dan pendukungnya: Lari! end

Hersubeno Arief

sumber: hersubenoarief.com

Laman sebelumnya 1 2 3 4

Artikel Terkait

Back to top button