NUIM HIDAYAT

Kekuatan Al-Qur’an

Jadi visi umat Islam adalah jauh ke kehidupan setelah mati. Yaitu dengan cara melakukan amal shalih yang ikhlas sebanyak-banyaknya dan menjauhi dosa sejauh-jauhnya, agar masuk surga dengan mudah. Sementara kebanyakan orang kafir di dunia ini, visinya hanya dunia belaka. Mereka berlomba meraih kekayaan dunia sebanyak-banyaknya dan menduduki jabatan setinggi-tingginya, meskipun dengan cara membunuh jutaan orang. Bagi mereka yang penting nafsu harta, tahta dan kuasa terpenuhi.

Jangan heran dunia, sejak Nabi Adam as sampai sekarang terus menerus dihiasi dengan peperangan, kebohongan, saling fitnah dan lain-lain. Ini semua terjadi karena keyakinan pada akhirat yang atau tidak ada. Sehingga akhirnya orang melihat dunia ini segalanya, tidak ada kehidupan (abadi) setelah kematian.

Terjadinya peperangan atau permusuhan antara manusia satu dengan yang lain ini telah diungkap ketika Allah menurunkan Nabi Adam dari surga.

فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

“Lalu setan memperdayakan keduanya (Adam dan Hawa) sehingga keduanya dikeluarkan dari keadaan yang sebelumnya mereka berada di dalamnya. Dan Kami berfirman: ‘Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat tinggal di bumi serta kesenangan sampai waktu yang ditentukan.’” (QS. al Baqarah 36)

Pembunuhan, darah manusia pertama kali tercecer terjadi pada anak Nabi Adam. Qabil membunuh Habil. Al-Qur’an mengisahkan kisah ini dengan menarik,

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ ۘ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ ۚ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Ceritakanlah kepada mereka kisah dua putra Adam menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia berkata: ‘Aku pasti membunuhmu!’ Dia (Habil) berkata: ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.’” (QS. al Maidah 27)

لَئِنۢ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَآ أَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّيٓ أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

“Jika engkau menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. al Maidah 28)

إِنِّيٓ أُرِيدُ أَن تَبُوٓأَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ الظَّـٰلِمِينَ

“Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan membawa dosaku dan dosamu sendiri, maka engkau menjadi penghuni neraka. Itulah balasan bagi orang-orang zalim.” (QS. al Maidah 29)

فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Maka hawa nafsunya menjadikannya mudah untuk membunuh saudaranya, lalu ia membunuhnya, maka jadilah ia termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. al Maidah 30)

فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَىٰ أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ

“Lalu Allah mengutus seekor burung gagak yang mengais tanah untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana seharusnya ia menguburkan mayat saudaranya. Dia berkata: ‘Celaka aku, apakah aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku?’ Maka jadilah ia termasuk orang-orang yang menyesal.” (QS. al Maidah 31)

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button