NUIM HIDAYAT

Kekuatan Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat Islam dalam menjalankan aktivitas sehar-hari. Al Hadits adalah penjelas Al-Qur’an.

Dengan menjalankan Al-Qur’an, maka hidup kita menjadi terarah dan bahagia. Kita menjalani hidup dengan cahaya yang terang dari Yang Maha Pencipta alam semesta.

Al-Qur’an mengajarkan tujuan hidup adalah untuk beribadah kepada Allah SWT dan membumi ini makmur, jauh dari peperangan saling bunuh satu dengan yang lain. Al-Qur’an juga mengajarkan bahwa akhirat adalah tujuan sebenarnya kehidupan. Kehidupan dunia yang sementara, tidak boleh jadi tujuan.

Dengan fokus pada akhirat, maka umat Islam akan menjalankan perintah-perintah dari Allah dan RasulNya dengan riang gembira. Bukan hanya shalat wajib yang dijalankan, shalat sunnah pun dilakoninya dengan senang hati. Bukan hanya zakat yang diberikan, tapi sedekah pun menjadi gaya hidupnya. Bukan hanya dosa besar yang dijauhi, dosa kecil pun ia pun berusaha menghindar.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. al Baqarah 30)

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadan kepadaKu.” (QS. adz Dzariyat 56)

Rasulullah saw menyampaikan firman Allah SWT (Hadits Qudsi): Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman: “Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku telah menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk bertindak, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Aku beri; dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Aku lindungi.” (HR Bukhari)

Al-Qur’an juga mengajarkan agar umat Islam percaya kepada yang ghaib. Iman kepada Allah, malaikat, kitab Al-Qur’an dan kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an, hari kiamat, akhirat dan lain-lain.

Iman kepada yang tidak bisa terjangkau mata ini adalah hal yang sangat penting. Karena mata kita terbatas. Mata kita tidak bisa melihat di balik tembok, tidak bisa melihat dalam jarak yang jauh (misal 1km). Mata kita kalah dengan mata elang yang lebih tajam. Kalah juga dengan mata binatang-binatang yang bisa melihat malam hari.

Al-Qur’an mengingatkan,

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia, sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.” (QS. ar Ruum 7)

1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button