NUIM HIDAYAT

Kekuatan Iman kepada Nabi

Nabi Muhammad mempunyai sifat yang lembut tapi tegas. Sifat rendah hati tapi percaya diri. Sifat dermawan tapi berusaha tidak menampakkan ke orang lain. Sifat zuhud tapi mengisi dunia dengan banyak ibadah dan amal shalih. Sifat pemimpin tapi terjun langsung dalam memimpin peperangan. Sifat manajer tapi ‘mengangkut batu’ bersama para sahabat. Sifat pemimpin rumah tangga tapi membantu pekerjaan rumah istri. Sifar rajin ibadah tapi terbaik dalam muamalah. Sifat serius tapi kadang-kadang bergurau dengan istri-istrinyanya dan sahabat-sahabatnya.

Allah memang memberi kelebihan kepada beliau, karena beliau diamanahi untuk memimpin manusia semesta. Sifat-sifat manusia terbaik ada pada diri Rasulullah saw.

“Aku adalah pemimpin anak Adam pada hari kiamat, dan aku tidak sombong.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih ia cintai daripada anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

“Aku adalah pemimpin seluruh manusia pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Tidak ada manusia di dunia ini yang mendapat kemuliaan seperti Nabi Muhammad saw. Bahkan Allah dan para Malaikat mengucapkan shalawat kepadanya.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS. Al Ahzab 56)

Kehebatan kepemimpinan Rasulullah diakui oleh para cendekia Islam dan non Islam. Sejarawan Barat Michael Hart menempatkan Nabi Muhammad sebagai nomer, dalam bukunya Michael H Hart menyusun daftar 100 tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah dunia. Ia menempatkan Nabi Muhammad di peringkat nomor satu. Alasan utama Hart menempatkan beliau di posisi teratas karena:

  1. Pengaruhnya sangat besar dalam sejarah agama, politik, dan budaya
  2. Berhasil membangun sistem sosial dan agama yang sangat berpengaruh luas
  3. Dampaknya masih terasa hingga sekarang di berbagai belahan dunia

Pemimpin, selain disebut Al-Qur’an dengan kata imam, khalifah dan sulthan, juga disebut dengan kata aimmah/pemimpin (أئمة). Berikut ini ayat-ayat yang menyebut kata aimmah:

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar, dan mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. as Sajdah 24)

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ ۖ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ

“Dan Kami jadikan mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan Kami wahyukan kepada mereka agar melakukan kebaikan, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta mereka hanya menyembah kepada Kami.” (QS. Al Anbiya 73)

Dalam buku “The Leadership of Muhammad”- Kepemimpinan Muhammad dalam Rekonstruksi Sejarah, karya Joel Hayward dinyatakan bahwa ada beberapa sifat kepemipinan Rasulullah. Misalnya: Kepemimpinan Teosentris, Memahami Otoritas, Kepemimpinan Konsultatif, Memimpin dengan Contoh, Merakyat, Visi strategis, ‘Kepemimpinan Militer’, Memaksimalkan potensi Manusia, Kepemimpinan Diplomatik.

Rasulullah dalam kepemimpinannya, bila ada masalah besar yang dihadapi selalu minta petunjuk pada Allah. Selain tentu saja harus berkomunikasi dengan para sahabatnya. Rasululllah selain berdoa sungguh sungguh dalam Perang Badar, juga berdoa dengan khusu‘ agar Allah memenangkan dalam Perang Badar ini.

Kepemimpinan dalam Islam, tidak sembarang orang diangkat. Pemimpin dalam Islam diangkat dengan musyawarah oleh para ahli. Orang yang diangkat adalah orang yang terbaik dalam ibadah, kepemimpinan maupun muamalahnya. Calon pemimpin ini diteliti latar belakang pendidikannya, pengalamannya, dan pergerakannya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button