Ketaatan dan Syukur Istri Pembawa Keberkahan
KUNINGAN (Suaraislam.id) — Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 Kuningan kembali menggelar pengajian bulanan pada Ahad, 1 November 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Abu Bakar, lingkungan Pontren Husnul Khotimah 2 Kuningan, dengan menghadirkan Kepala Divisi Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH Imam Nur Suharno, sebagai penceramah.
Mengangkat tema “Menjadi Muslimah Pembuka Pintu Rezeki: Menjaga Ketaatan, Memperbanyak Syukur, dan Menebar Keberkahan”, pengajian ini diikuti oleh para ummahat atau istri pegawai Husnul Khotimah 2. Selain itu, hadir pula pekerja bagian laundry serta masyarakat dari Desa Pancalang, Sumbakeling, dan wilayah sekitarnya.
Dalam tausiyahnya, KH Imam Nur Suharno menyampaikan bahwa seorang muslimah memiliki peran penting dalam menghadirkan keberkahan dan kemudahan rezeki bagi keluarganya, khususnya bagi suami.
Ia menjelaskan bahwa wanita muslimah yang senantiasa menjaga keimanan dan ketaatan kepada Allah Swt dapat menjadi salah satu sebab terbukanya pintu rezeki dan keberkahan dalam rumah tangga.
Ikhtiar Menjemput Rezeki yang Diridai Allah
Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa rezeki pada hakikatnya telah Allah Swt tetapkan bagi setiap hamba. Oleh karena itu, manusia tidak perlu berlebihan dalam mengejar dunia, melainkan harus berikhtiar dan menjemput rezeki dengan cara yang diridai Allah Swt.
“Rezeki itu dijemput, bukan dicari, karena rezeki sudah ada dan telah ditetapkan oleh Allah Swt,” ungkapnya dalam penyampaian materi.
Ia juga menekankan pentingnya rasa syukur dan keimanan seorang istri sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan kemudahan rezeki bagi suami dan keberkahan dalam keluarga. Sikap syukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah Swt hendaknya diwujudkan melalui ketaatan, kesabaran, serta perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Mempererat Ukhuwah dan Membangun Keluarga Berbasis Iman
Melalui pengajian bulanan ini, diharapkan para peserta semakin memahami peran strategis seorang muslimah dalam membangun keluarga yang berlandaskan iman dan ketakwaan. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membina spiritualitas jamaah di lingkungan pesantren dan sekitarnya.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana menambah ilmu, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat untuk senantiasa bersyukur. Sikap ini diharapkan mampu menebarkan keberkahan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.[]






