OASE

Keutamaan Shalat

Tidak diperintah manusia untuk menghitung nikmat yang Allah berikan karena siapapun tak akan ada yang mampu menghitungnya, seperti yang sudah difirmankan dalam ayatNya “wa inta’uddhu ni’matallahu laatuhsuha” dan niscaya nikmat Allah tidak ada yang sanggup menghitungnya.

‎Salah satu rahmat yang Allah berikan kepada hambanya adalah perintah shalat sebagai tiang atau pondasi penting dalam agama Islam. Dalam hadis, Nabi Muhammad saw bersabda, “shalat adalah tiang agama, barangsiapa yang mendirikannya maka ia telah mendirikan agama, dan barangsiapa yang meninggalkannya maka ia telah menghancurkan agama.” (HR. Ahmad).

‎Menjadi keberuntungan yang mutlak bagi setiap individu yang mengamalkannya dengan khusyuk dan benar sesuai tuntunan Rasulullah saw, keuntungan yang sangat besar di dunia dan akhirat sebagaimana telah dijelaskan, “Qod aflahal mu’minun, aladzinahum fiisolatihim khosyiun” (Al Mu’minun 1-2) yang artinya “sungguh telah beruntung orang-orang yang beriman adalah mereka yang khusyuk dalam shalatnya.”

Dari ayat tersebut kita dapat merasakan kebahagiaan dan energi yang sangat kuat ketika Allah berjanji akan memberikan keuntungan bagi orang-orang iman yang mendirikan shalatnya dengan khusyuk.

‎Shalat memiliki makna yang sangat dalam dan luas. Shalat adalah bentuk pengabdian kita kepada Allah, di mana kita mengakui keagungan dan kekuasaan-Nya. Dengan menjalankan perintah shalat secara otomatis telah memupuk cinta dengan menjalin komunikasi langsung dengan Sang Maha, di mana kita dapat mengungkapkan segala keluh kesah, rasa syukur, memohon ampunan dan meminta pertolongan.

Tak dapat dipungkiri seringkali shalat menjadi solusi seseorang memberikan jalan keluar dari keadaan yang tidak baik-baik saja atau dalam masalah ujian dan cobaan, sebagaimana dijelaskan dalam firmanNya “jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu”.

‎Shalat juga memiliki dampak besar terhadap perilaku dan menjadi barometer akhlak seseorang, diterangkan dalam salah satu riwayat hadis, bahwasanya barang siapa yang menyia-nyiakan shalat niscaya orang tersebut akan lebih menyia-nyiakan amalan lainnya. Singkat keterangan, bahwasanya dapat diketahui baik atau tidaknya prilaku seseorang dari cara orang tersebut menjaga shalatnya.

Penjelasan lain yang memperkuat keutamaan shalat adalah sebagai pencegah seseorang dari perbuatan yang keji dan mungkar (QS. Al Ankabut: 45). Janganlah pula salah dalam mendeskripsikan dalil ini sebagaimana propaganda setan dengan tipuannya berkata, “yang shalat saja pada korupsi!” maka dari itu kita harus bijak dan cerdas sebagaimana para ulama menjelaskan arti dari dalil tersebut “Jika yang shalat saja melakukan korupsi terlebih mereka yang tidak shalat niscaya akan lebih keji melakukan kemungkaran-kemungkaran lainnya”.

‎Banyak lagi keutamaan shalat atau fadhilatussalah baik secara spiritual maupun fisik. Dengan tuma’ninah shalat dapat membantu seseorang untuk memiliki ketenangan jiwa dan kekuatan mental, dengan kekhusyukan shalat dapat meningkatkan konsentrasi dan mempertajam intuisi.

‎Sebagaimana kita pahami adanya reward pasti diiringi dengan punishment. Begitu juga dengan perintah shalat. Seseorang yang menjalankan perintah shalat akan mendapatkan pahala dan segala keutamaannya sementara yang tidak melaksanakan kewajiban shalat pasti akan mendapatkan hukumanNya.

Shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab, diterangkan dalam salah satu riwayat hadits ‘Pertama amalan yang dihisab adalah shalat, jika shalatnya rusak maka rusaklah amalan lainnya” dalam hal ini ditegaskan bahwasanya akan sia-sia segala amal salih yang dilakukan saat di dunia jika shalatnya tidak diamalkan.

‎Di sini saya yakin dan mantap bahwasanya sangatlah rugi siapapun manusia yang tidak melaksanakan shalat serta penyesalan yang tiada berkesudahan kelak di akhirat nanti.

1 2Laman berikutnya
Back to top button