QUR'AN-HADITS

Kritik atas Konten Plesetan Ayat Al-Qur’an di Media Sosial

Pada Februari 2026 lalu, dua orang perempuan konten kreator melakukan siaran langsung (live) di media sosial. Konten yang mereka tayangkan dalam siaran tersebut merupakan tren (trend) kekinian yang sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat.

Konten yang sedang viral itu biasanya berisi penyebutan istilah asing yang diklaim membanggakan oleh pembuatnya. Namun, kedua perempuan tersebut justru menyebutkan ayat-ayat Al-Qur’an yang diplesetkan ke dalam bahasa Konjo.

Plesetan ayat yang diucapkan konten kreator itu menggunakan lafal وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ yang diubah menjadi “malla madoraka kau hutama”. Arti dari kalimat tersebut adalah “takut durhaka dan kau yang utama”.

Selain itu, mereka juga memelesetkan ayat اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ menjadi “Allahu Muttakazur”. Kalimat tersebut kemudian dilanjutkan dengan ungkapan, “Allah tidak bisa tidur tanpa kasur,” yang diklaim hanya sebagai hiburan.

Aksi ini memunculkan respons negatif dari masyarakat karena dianggap tidak menghormati kesucian Al-Qur’an. Kejadian ini telah dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Bulukumba dan saat ini sedang dalam proses tindak lanjut.

Perilaku tersebut merupakan bentuk penyimpangan karena Al-Qur’an seharusnya diteladani maknanya untuk diterapkan dalam kehidupan. Sebagai mukjizat dan ajaran, kitab suci ini tidak boleh diolok-olok hanya demi kesenangan semata.

Ayat yang melarang tindakan mengolok-olok Al-Qur’an salah satunya tercantum dalam Al-Qur’an Surah (QS.) At-Taubah ayat 65–66.

وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ لَا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ ۗ اِنْ نَّعْفُ عَنْ طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْكُمْ نُعَذِّبْ طَاۤىِٕفَةً ۢ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا مُجْرِمِيْنَ ࣖ

“Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, mereka pasti akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak perlu kamu membuat-buat alasan karena kamu telah kufur sesudah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain), karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berbuat dosa.”

Asbabun nuzul atau sebab turunnya ayat ini dijelaskan dalam sebuah riwayat dari Qatadah. Beliau mengatakan bahwa saat Rasulullah melakukan Perang Tabuk, terdapat sekelompok orang munafik di hadapannya.

Orang munafik tersebut berkata bahwa mustahil bagi Nabi Muhammad untuk menaklukkan istana Syam beserta bentengnya. Allah kemudian memberitahukan hal ini kepada nabi, lalu beliau bersabda agar orang tersebut ditahan.

Beliau mendatangi mereka seraya bertanya mengenai kebenaran ucapan itu, lalu mereka berdalih hanya bersenda gurau dan bermain-main. Alasan tersebutlah yang kemudian melatarbelakangi Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi Muhammad.

1 2Laman berikutnya
Back to top button