INTERNASIONAL

Larangan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun di Australia Gagal Efektif

Regulator internet Australia mengungkap dalam studi terbaru bahwa remaja tetap menggunakan media sosial meskipun telah diberlakukan larangan.

Penelitian pemerintah pada 2023 menunjukkan empat dari lima anak usia 8–16 tahun sudah aktif bermedia sosial. Sebagian besar dari mereka bahkan memulai interaksi digital sejak usia 10 hingga 12 tahun.

Riset yang dipimpin mantan CEO National Australia Bank, Andrew Thorburn, tersebut merekomendasikan pembatasan usia tegas.

Melalui regulasi baru, 10 platform media sosial terbesar terancam denda hingga 33 juta dolar Australia. Denda berlaku jika mereka gagal melakukan tindakan wajar untuk mencegah pengguna di bawah umur.

Langkah pencegahan tersebut salah satunya diwujudkan melalui penerapan teknologi verifikasi usia.

Hingga 16 Januari, perusahaan media sosial telah menonaktifkan sekitar 4,7 juta akun anak. Data tersebut dikonfirmasi langsung oleh pejabat pemerintah setempat.

Menteri Komunikasi Australia, Anika Wells, memberikan komentarnya terkait kebijakan tegas ini.

“Kami menghadapi semua pihak yang mengatakan bahwa hal ini tidak mungkin dilakukan, termasuk beberapa perusahaan terkaya dan paling berkuasa di dunia beserta para pendukung mereka,” tegas Anika.

Namun beberapa bulan berselang, anak-anak terbukti masih bisa membuat akun baru secara mudah.

Gugatan hukum pun muncul, salah satunya dari platform Reddit ke Mahkamah Agung Australia. Meski mengajukan gugatan, Reddit mengaku tetap mematuhi aturan sembari menunggu proses peradilan berjalan.

Tanggapan Pemerintah Australia

Asisten Menteri Produktivitas, Persaingan Usaha, Amal, dan Perbendaharaan Australia, Andrew Leigh, membela kebijakan tersebut. Ia menilai larangan ini telah berhasil mengubah arah perdebatan nasional terkait perlindungan anak.

“Larangan ini telah menjadi game changer yang penting dalam percakapan di kalangan para orang tua,” ungkap Leigh.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah berhasil menutup jutaan akun anak yang tidak sah. Kendati demikian, ia mengakui pemerintah tidak pernah menargetkan tingkat kepatuhan sempurna.

“Kami juga tidak pernah mencapai kepatuhan 100 persen terhadap aturan batas usia minimum konsumsi alkohol. Tetapi bukan berarti undang-undang itu tidak perlu,” tambahnya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button