#Piala Dunia 2026SPORTS

Lima Kontroversi Terbesar dalam Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 dipenuhi berbagai kontroversi. Al Jazeera mengulas lima kontroversi paling signifikan sepanjang turnamen ini.

Namun, FIFA menolak protes tersebut sehingga Balogun tetap dimainkan. Penampilannya tidak banyak memberi dampak dan Amerika akhirnya tersingkir dengan penampilan yang mengecewakan.

Trump kemudian mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval: “Saya pikir mereka (FIFA) membuat keputusan yang benar-benar brilian. Saya meminta agar kasus itu ditinjau kembali. Jika mereka tidak mengizinkan pemain top bermain, saya rasa Piala Dunia akan mendapat noda besar. Itulah yang saya sampaikan.”

Trump juga mempertanyakan kualitas kepemimpinan wasit asal Brasil Raphael Claus, yang mengusir Balogun melalui kartu merah.

Ia menyebut Claus “agak mencurigakan jika melihat rekam jejaknya,” namun tidak menjelaskan lebih lanjut.

Federasi Sepak Bola Brasil menolak segala insinuasi terhadap integritas Claus. Sementara itu, FIFA kembali dianggap gagal memberikan pembelaan penuh terhadap wasitnya sendiri.

3. Kontroversi VAR

Penggunaan sistem VAR kembali menjadi sumber kontroversi sepanjang turnamen.

Salah satu kasus yang paling ramai terjadi saat Mesir kalah dramatis 3-2 dari Argentina pada babak 16 besar.

Mesir sempat unggul 2-0 hingga pertandingan memasuki menit ke-79, tetapi akhirnya kebobolan tiga gol dan tersingkir.

Kontroversi berpusat pada gol Mostafa Zico pada menit ke-62 yang seharusnya memperbesar keunggulan Mesir menjadi 3-0.

Gol tersebut dianulir setelah VAR menemukan adanya pelanggaran pemain Mesir dalam proses terjadinya gol.

Pelatih Hossam Hassan dan kapten Mohamed Salah mengungkapkan kekecewaan mereka seusai pertandingan.

Sejumlah mantan pemain dan komentator televisi juga mempertanyakan keputusan wasit.

Mantan penjaga gawang Inggris Rob Green mengatakan dalam siaran Fox: “Jelas sekali, ini bukan hal yang seharusnya ditinjau oleh VAR. Pelanggarannya terjadi jauh di awal proses serangan.”

VAR juga menjadi sorotan pada kemenangan Argentina 3-1 atas Swiss di perempat final.

Penyerang Swiss Breel Embolo menerima kartu kuning kedua karena dianggap melakukan diving pada menit ke-72.

Awalnya wasit justru memberikan kartu kepada gelandang Argentina Leandro Paredes. Namun, setelah pemeriksaan VAR yang cukup lama, diputuskan bahwa Embolo tidak dilanggar.

Pelatih Swiss Murat Yakin berkata: “Sama sekali tidak ada alasan memberikan kartu kuning. Itu situasi yang tidak berbahaya. Wasit seharusnya membiarkan permainan berlanjut.”

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button