#Piala Dunia 2026SPORTS

Lima Kontroversi Terbesar dalam Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 dipenuhi berbagai kontroversi. Al Jazeera mengulas lima kontroversi paling signifikan sepanjang turnamen ini.

4. Harga Tiket Melambung Tinggi

Awal pekan ini terungkap bahwa FIFA masih menjual hampir 1.200 tiket kategori dua untuk final Piala Dunia pada 19 Juli di Stadion MetLife, New Jersey. Tiket tersebut dijual dengan harga 7.380 dolar AS per tiket.

Sepanjang berbagai tahap penjualan tiket, FIFA terus menghadapi kritik tajam mengenai mahalnya harga tiket.

Bahkan, sebuah kelompok suporter menggugat FIFA karena dianggap menerapkan “harga tiket yang berlebihan.”

Pada April lalu, FIFA sempat menawarkan empat tiket di pasar penjualan kembali dengan harga 2 juta dolar AS per tiket.

Infantino sempat bercanda mengenai harga tersebut, tetapi tetap membela kebijakan itu.

Menurutnya, FIFA hanya memanfaatkan aturan di Amerika Serikat yang memperbolehkan tiket dijual kembali dengan harga berkali-kali ilpat di atas harga resmi.

Selain itu, FIFA juga menghadapi surat panggilan (subpoena) dari negara bagian New York dan New Jersey. Panggilan ini terkait penyelidikan mengenai penetapan harga tiket serta dugaan ketidaksesuaian lokasi tempat duduk yang dijual kepada penonton.

5. Jeda “Hidrasi” yang Dianggap Sebagai Jeda Iklan

Keputusan FIFA menerapkan jeda hidrasi pada seluruh pertandingan Piala Dunia, tanpa memandang suhu di stadion, juga memicu kontroversi.

Saat mengumumkan aturan tersebut pada Desember lalu, FIFA mengatakan para pemain akan memperoleh dua kali jeda hidrasi selama tiga menit di setiap babak. Aturan ini diklaim demi mengutamakan kesehatan pemain akibat cuaca panas.

Namun, para pemain, pelatih, suporter, dan pengamat mengkritik kebijakan itu karena dianggap mengganggu ritme pertandingan.

Banyak yang menilai pertandingan kini seolah dibagi menjadi empat kuarter, bukan lagi dua babak.

Kritik semakin menguat karena banyak pertandingan berlangsung di stadion yang tidak mengalami cuaca panas ekstrem.

Ahli meteorologi senior Everton Fox mengatakan kepada Al Jazeera: “New York, California, Miami, serta stadion-stadion di Meksiko memang cukup panas, tetapi tidak ada alasan untuk mengadakan jeda di stadion berpendingin udara seperti Dallas, Houston, Atlanta, atau Vancouver.”

Ia menambahkan: “Saya tahu FIFA mengatakan aturan ini diterapkan di semua pertandingan demi konsistensi. Tetapi sulit melihatnya sebagai sesuatu selain proyek komersial yang bernilai jutaan dolar untuk iklan televisi di Amerika Serikat, bahkan mungkin miliaran dolar secara global.” [][]

Sumber: Aljazeera.com

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button