#Kenormalan BaruNASIONAL

Masjid Jami’ Al Munawar di Pancoran Mulai Jumatan

Jakarta (SI Online) – Meskipun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di wilayah DKI Jakarta belum berakhir, Masjid Jami’ Al Munawar di Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan telah memulai melaksanakan Shalat Jumat berjamaah.

Pelaksanaan shalat Jumat untuk pertama kali sejak pertengahan Maret 2020 lalu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Seperti dilansir ANTARA, Jumat 2 Mei 2020, setiap jamaah yang mengikuti shalat diwajibkan memakai masker dan masjid juga menempel poster berisi imbauan wajib menggunakan masker untuk melaksanakan shalat.

Selain itu, jemaah juga membawa sajadah masing-masing, masjid tidak lagi membentangkan karpet di lantai.

Masjid juga membatasi jarak fisik antar jemaah sekitar satu meter, setiap lantai diberi tanda menggunakan plester warna hitam sebagai penanda tempat jemaah berdiri.

Abdul Fatah Arifin (38) salah satu jamaah masjid yang ditemui usai shalat merasa lega bisa kembali melaksanakan Shalat Jumat, setelah anjuran meniadakan shalat itu akibat pandemi COVID-19.

Menurut dia, tidak banyak masjid melaksanakan Shalat Jumat, sehingga dia harus berangkat dari Thamrin untuk bisa melaksanakan shalat di Pancoran.

“Alhamdulillah, tadi jemaah agak ramai dan semua mengikuti prosedur protokol kesehatan. Menjaga jarak, memakai masker dan tidak bersalaman,” kata Fatah.

Fatah berharap, masjid-masjid kembali dibuka setelah pemerintah menerapkan kebijakan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memasuki era normal baru.

Karyawan BUMN itu menyakini COVID-19 merupakan musibah dari Allah SWT untuk menegur manusia atas kelalaiannya dan bertaubat serta kembali mendekat kepada Allah.

“Harusnya selama pandemi ini kita lebih dekat kepada Allah dengan beribadah, termasuk shalat di masjid, bukan malah menjauhkan diri dari masjid,” ujar Fatah.

Jamaah lainnya, Muhammad (65) mengaku tidak khawatir melaksanakan shalat berjemaah di masjid saat pandemi berlangsung, selama masjid dan dirinya menerapkan protokol kesehatan.

“Yang penting di masjid menerapkan protokol kesehatan itu sudah aman,” kata Muhammad.

red: farah abdillah

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close