SUARA PEMBACA

Mega Korupsi Tak Kunjung Teratasi, Why?

Kondisi psikologis tersebut persis dengan apa yang dilakukan oleh para koruptor. Selain itu, kepemilikan harta yang tanpa batasan telah memuluskan ketamakannya.

Mereka tetap memburu kekayaan sekalipun harus ditempuh dengan cara-cara kotor. Mereka bahkan tega melanggar sumpah jabatannya sebagai aparat penegak hukum.

Padahal tentu, sebagai seorang manusia awam pun tahu betul sebuah kebenaran universal. Memakan atau menguasai harta yang bukan haknya adalah perbuatan tercela dan menyalahi aturan.

Namun, semuanya bisa berubah dan berbelok arah hanya dengan satu alasan. Alasan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah uang.

Menyudahi Korupsi

Ketika akar masalah telah ditemukan, maka seharusnya tidak sulit untuk menyelesaikan permasalahan. Jika akar masalah menjamurnya korupsi adalah karena adanya paham sekularisme yang diusung negara, sehingga benak para pejabat dengan kompak menjauhkan agama dari urusan negara, seharusnya membuang paham ini menjadi perkara yang paling urgen.

Hanya saja, seberapa besar kesadaran masyarakat terhadap kesalahan sistemik ini? Seberapa berani pula penguasa mengubah asas negara sekuler dengan asas lain yang benar?

Tentu hal tersebut bukan perkara yang mudah untuk diwujudkan. Oleh karena itu, butuh pencerdasan di tengah-tengah masyarakat maupun para pejabat negara untuk sama-sama menelaah permasalahan negara.

Pencerdasan ini harus menghantarkan pada kesadaran normatif. Sistem hari ini bukanlah sistem yang akan membawa pada kesejahteraan, ketenteraman, dan keadilan hidup.

Sebaliknya, sekularisme-kapitalisme adalah sistem rusak yang membawa kehancuran. Hal ini telah dibuktikan dengan menjamurnya kasus korupsi.

Gerakan pencerdasan ini persis seperti apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Beliau melakukan dakwah secara rahasia pada masa awal kenabian.

Kemudian, dakwah dilakukan secara terang-terangan meski mendapat banyak pertentangan dari kaum kafir. Dari langkah dakwah yang kecil tersebut, beliau telah membuktikan dapat mencapai fase keberhasilan.

Fase keberhasilan ini diawali dengan hijrahnya beliau dan kaum muslim ke Madinah. Peristiwa ini menjadi tonggak diterapkannya hukum Islam secara sempurna dalam bingkai negara.

Dakwah kemudian semakin meluas dan menggetarkan seluruh penjuru dunia. Hingga akhirnya, Islam mencapai puncak keemasannya dengan memimpin sepertiga wilayah dunia.

Islam terbukti berhasil menerangi peradaban dunia dengan rahmat-Nya. Islam membuktikan jika aturan kehidupan diserahkan kepada Sang Pencipta, maka masyarakat akan hidup dalam kedamaian. Wallahu a’lam.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button