Membangkitkan Pemuda Islam
Rasulullah saw. membina para pemuda secara intensif dalam majelis ilmu di rumah Arqam bin Abi Arqam. Setiap kali wahyu turun, Rasulullah saw. membacakan dan menjelaskan makna ayat-ayat Allah Swt. secara mendalam.
Ayat-ayat Al-Qur’an tersebut menyentuh akal dan kalbu para pemuda. Rasulullah saw. juga mengajak mereka menunaikan salat dan ibadah lainnya secara berjamaah.
Seluruh pembinaan diperkuat dengan teladan amal langsung dari Rasulullah saw. Hal ini membuat ayat-ayat Allah Swt. terinternalisasi dalam perkataan dan perbuatan para pemuda.
Tidak berhenti pada pembinaan, Rasulullah saw. menggerakkan pemuda dalam aktivitas dakwah. Beliau melibatkan mereka untuk menyampaikan Islam kepada kerabat, sahabat, dan masyarakat luas.
Melalui perantara Abu Bakar as-Siddiq r.a., banyak sahabat utama masuk Islam, seperti Utsman bin Affan r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., dan Zubair bin Awwam r.a. Melalui perantara Khabbab bin al-Arat r.a., Umar bin Khattab r.a. memeluk Islam, dan melalui Mus’ab bin ‘Umair r.a., mayoritas penduduk Madinah menerima Islam.
Oleh karena itu, tidak ada cara lain untuk membangkitkan pemuda kecuali melalui pembinaan ilmu dan aktivitas dakwah. Seluruh ikhtiar ini dilakukan dengan keikhlasan mengharap keridaan Allah Swt. dan balasan pahala-Nya, bukan demi kenikmatan dunia yang fana. Wallahu a’lam bish-shawab. []






