Membangun Manusia Dermawan
Sedekah, zakat dan wakaf dijalankan bersama
Maka negara adil dan makmur akan jadi nyata
Ada satu syarat lagi agar negara hebat itu terbentuk nyata
Yaitu tingkah laku para pemimpin negara
Mulai dari lurah hingga penguasa di istana Jakarta
Mereka harus berani hidup zuhud tidak rakus harta
Bila penguasanya tamak, jangan harap kemakmuran bisa digapai ya
Seperti kondisi sekarang di tanah air kita
Para pejabat tinggi di Jakarta
Banyak yang gajinya di atas 100 juta
Sementara ‘lebih dari 100 juta‘ rakyat mencari 100 ribu sehari, sulitnya luar biasa
Bila ingin rakyat sejahtera
Para petinggi negara harus memberikan keteladanannya
Hidup sederhana sebagaimana rakyat kebanyakan di negaranya
Bukan aji mumpung menumpuk numpuk kekayaan di tengah-tengah kemiskinan rakyatnya
Selama di Indonesia para pejabatnya pesta pora
Di tengah-tengah jutaan masyarakat yang miskin papa
Jangan harapkan Indonesia akan makmur kapanpun jua
Mereka telah mengkhianati dan menipu rakyat dengan kepemimpinannya
Al-Qur’an mengancam mereka,
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ ١
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ ٢
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ٣
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ٤
Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ ٥
Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ ٦
niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ ٧
kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ ٨
kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan.
Dalam surat lainnya,
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?
فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
Itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ
dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ
Maka celakalah orang-orang yang salat,
الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
yaitu orang-orang yang lalai terhadap salatnya,
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
yang berbuat riya,
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
dan enggan memberikan bantuan yang berguna.
Dalam adz Dzariyat 19,
وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
“Dan pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.”
Dalam Al-Fajr 20, Allah menyatakan:
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا
“Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.”






