OASE

Nilai Sejati Seorang Manusia

Berapa nilai (harga) sebotol air minum dalam kemasan ukuran 600 ml? Rata-rata Rp2.500 – Rp5.500 tergantung merek dan tempat di mana ia dijual. Berapa harga botol kemasannya setelah isinya habis diminum? Mungkin, Rp75 – Rp200 jika dijual di tempat rongsok, atau bahkan tidak berharga.

Lalu, berapa harga botol yang telah kosong itu jika ia diisi dengan minuman, misalnya, jamu, jus, atau minum berasa lainnya? Mungkin jaul lebih mahal daripada jika diisi air mineral.

Dengan demikian, yang membuat nilai botol kemasan itu tinggi atau rendah adalah isinya, bukan botolnya.

Demikian juga manusia, yang membuatnya bernilai bukan jasadnya, namun apa yang dikandung olehnya (isi). Isi yang dimaksud adalah ilmu dan amal. Manusia yang masih hidup tanpa memiliki ilmu dan amal yang baik, diibaratkan dengan “orang mati” yang berjalan, sebagaimana disebutkan dala sebuah syair masyhur yang dinisbatkan kepada Sahabat Ali Kw.:

ففز بعلم تعش حيا به ابدا # الناس موتى واهل العلم أحياء

“Maka raihlah ilmu, niscaya engkau akan hidup dengannya selamanya. Manusia itu (pada hakikatnya) mati, sedangkan orang-orang berilmu adalah hidup.”

Ilmu, Iman, dan Amal sebagai Sumber Nilai

Allah Swt. berfirman:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ

“Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujādalah [58]:11).

Ayat ini menerangkan bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di dunia dan di akhirat dengan memberikan bagian mereka dari kemuliaan. Allah juga secara khusus meninggikan derajat para ulama dengan derajat yang tinggi; berupa kemuliaan di dunia dan pahala di akhirat. Barang siapa mengumpulkan antara iman dan ilmu, maka Allah akan meninggikannya dengan imannya beberapa derajat, kemudian meninggikannya lagi dengan ilmunya beberapa derajat (Syaikh Wahbah al-Zuhaili, Al-Tafsīr al-Munīr).

Dalam ayat lain, Allah Swt. berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar [39]:9)

1 2Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button