OPINI

Mempersoalkan Independensi Pemred Harian Kompas Ninuk Pambudy

Rene adalah wartawan senior Kompas yang sudah pensiun. Dilihat dari jejak digitalnya, Rene seperti halnya mayoritas wartawan Kompas, adalah pendukung berat Jokowi. Pada Pilkada DKI mereka juga merupakan pendukung berat Ahok.

Tidak perlu heran ketika melihat Ninuk berjalan bersama Prabowo, dia langsung bereaksi. Sebaliknya kita tidak pernah mendengar ada protes ketika Ninuk bersama para petinggi Kompas bertemu Jokowi.

Dari foto yang disertakan Ninuk disertai keterangan mereka bertemu Jokowi pada Januari 2019, berarti sudah masuk kampanye. Selain presiden, Jokowi sudah menjadi capres.

Artinya kalau Ninuk dipandang tidak elok bertemu Prabowo, protes yang sama juga seharusnya dilakukan pada saat para petinggi Kompas bertemu Jokowi.

Ninuk putri mantan Mensesneg (alm) Mperdiono ini belum lama menjadi Pemred Kompas. Suaminya DR Ir Rachmat Pambudy adalah mantan Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Organisasi petani yang cukup lama dipimpin oleh Prabowo.

Banyak yang berharap dengan diangkatnya Ninuk menjadi Pemred Kompas, kebijakan redaksi koran tersebut menjadi lebih berimbang. Ninuk bukan wartawan politik. Dia selama ini banyak meliput masalah fashion dan gender.

Selama ini Kompas selain dikenal sangat berpihak kepada penguasa, juga dianggap memusuhi umat Islam. Sorotan keras terhadap Kompas muncul ketika mereka tidak memberikan porsi pemberitaan yang layak ketika berlangsung Reuni Akbar Alumni 212 di Monas (2/12/2018). Kompas hanya memuatnya di halaman dalam dengan porsi yang sangat kecil. Pemberitaan Kompas juga sering tidak seimbang terhadap paslon 02 Prabowo-Sandi.

Ribut-ribut yang dipicu oleh Rene Pattirajawane ini menguak bagaimana sebenarnya cara berpikir kebanyakan wartawan Kompas. Mengaku menjunjung tinggi kebebasan dan independensi pers, namun disatu sisi selalu sinis terhadap kelompok yang dianggap berseberangan dengan mereka.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button