JEJAK SEJARAH

Mengenal Lembaga Pendidikan di Era Rasulullah saw

Kedua, Kuttab. Lembaga pendidikan Kuttab didirikan oleh bangsa Arab sebelum datangnya Islam yang bertujuan memberikan pendidikan kepada anak-anak.

Namun, lembaga pendidikan ini kurang mendapat perhatian dari masyarakat Arab. Hal tersebut terbukti dari jumlah muridnya pada saat itu yang hanya 17 orang.

Nabi saw. pernah memerintahkan para tawanan Perang Badar yang mampu baca-tulis untuk mengajar 10 orang anak-anak sebagai syarat membebaskan diri dari tawanan.

Di Kuttab, pada awalnya pendidikan lebih difokuskan pada materi baca-tulis sastra, syair Arab, dan pembelajaran berhitung.

Setelah Islam datang, materinya ditambah dengan materi baca-tulis Al-Qur’an dan memahami hukum-hukum Islam. Adapun guru yang mengajar di Kuttab adalah orang-orang non-Islam (Kamaruzzaman dalam Pola Pendidikan Islam pada Periode Rasulullah Mekkah dan Madinah).

Ketiga, Masjid. Secara harfiah, masjid adalah tempat untuk bersujud. Dalam arti terminologi, masjid diartikan sebagai tempat khusus untuk melakukan aktivitas ibadah dalam arti luas.

Masjid Quba menjadi masjid pertama yang dijadikan sebagai lembaga pendidikan Islam oleh Nabi saw. Masjid, selain berfungsi sebagai tempat ibadah, juga menjadi tempat penyebaran dakwah dan ilmu Islam.

Fungsi lainnya adalah untuk menyelesaikan masalah individu dan masyarakat, menerima duta-duta asing, tempat pertemuan pemimpin-pemimpin Islam, tempat bersidang, serta madrasah bagi orang-orang yang ingin menuntut ilmu, khususnya tentang ajaran Islam.

Sistem pendidikan yang dilaksanakan di masjid disebut dengan halaqah. Dalam sistem ini, para sahabat Nabi saw. duduk mengelilingi beliau untuk mendengar dan melakukan tanya jawab seputar urusan agama serta kehidupan sehari-hari.

Keempat, Suffah. Suffah merupakan ruang atau bangunan yang bersambung dengan masjid.

Suffah dapat dilihat sebagai sebuah sekolah karena kegiatan pengajaran dan pembelajaran dilakukan secara teratur dan sistematik. Sebagai contoh, Masjid Nabawi mempunyai suffah yang digunakan untuk majelis ilmu.

Lembaga ini juga menjadi semacam asrama bagi para sahabat Nabi yang tidak atau belum mempunyai tempat tinggal permanen. Mereka yang tinggal di suffah ini disebut Ahlus Suffah.

Semoga Allah Swt. membimbing kaum muslimin agar dapat melanjutkan misi yang telah diemban oleh Nabi saw., salah satunya dakwah melalui pendidikan. Aamiin.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button