Menyusuri Kejayaan Sains, Seni, dan Arsitektur Megah Islam di Tanah Spanyol
Di antara khalifah Muslim paling terkenal yang memerintah Al-Andalus adalah Khalifah Abdul Rahman ad-Dakhil. Beliau membangun Masjid Agung Kordoba yang termasyhur.
Hingga hari ini, masjid tersebut masih menjadi saksi bisu peradaban yang dibangun umat Islam di Al-Andalus. Bangunan ini juga membuktikan sejauh mana pencapaian seni arsitektur dan ilmu teknik sipil mereka pada masa itu.
Di bidang sains, aktivitas penerjemahan dan penulisan karya ilmiah berkembang sangat aktif. Salah satu tokoh yang populer di Al-Andalus adalah Ibnu Rusyd yang ahli dalam bidang fikih, kedokteran, serta filsafat, dan buku-bukunya dipelajari di Eropa dalam waktu yang lama.
Tokoh lain yang terkenal di bidang kedokteran adalah Abu al-Qasim khalaf, seorang ahli bedah yang mahir. Ada pula Ibnu al-Baithar, seorang ilmuwan botani yang memiliki penelitian mendalam tentang obat-obatan herbal dan manfaatnya.
Universitas-universitas di Kordoba menampung ribuan mahasiswa yang datang dari Eropa untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu. Mereka mempelajari ilmu astronomi, geografi, kimia, sejarah alam, dan teknik.
Di sektor industri, manufaktur tekstil, keramik, serta pembuatan pedang dan baju besi berkembang dengan sangat pesat. Mereka juga terkenal dengan seni arsitektur unik yang membedakan bangunan mereka dari yang lain, yaitu penggunaan banyak pilar yang dihubungkan oleh lengkungan-lengkungan (busur).
Di antara peninggalan Islam terpenting yang ada di Spanyol saat ini adalah Masjid Agung Kordoba yang didirikan oleh Khalifah Abdul Rahman ad-Dakhil. Pelatarannya memiliki 1.293 tiang marmer yang terlihat megah bagaikan hutan lebat yang dipenuhi pepohonan.
Masjid ini memiliki dua puluh satu pintu yang seluruhnya dilapisi tembaga kuning yang berkilau. Mihrabnya dihiasi mosaik indah dengan pilar-pilar yang dilapisi emas, sedangkan minbarnya terbuat dari gading yang ditatah dengan batu permata serta direkatkan menggunakan paku emas.
Hingga kini, masjid tersebut tetap menjadi saksi atas keindahan seni Islam dan keagungan kemakmuran yang pernah dinikmati umat Islam di bawah naungannya. Di antara kota yang dibangun umat Islam di Al-Andalus adalah Kota Az-Zahra yang dibangun oleh Khalifah Abdul Rahman an-Nashir dan diselesaikan oleh putranya, Al-Hakam.
Pembangunannya memakan waktu selama 35 tahun dan memiliki empat ribu tiang yang didatangkan dari Roma serta Konstantinopel. Kota ini memiliki lima belas ribu pintu yang semuanya dilapisi besi dan emas, serta dikelilingi oleh taman-taman dan kebun buah yang luas.
Peninggalan lain yang ditinggalkan umat Islam di sana adalah Istana Alhambra di Granada. Istana ini merupakan mahakarya dalam seni dan keindahan arsitektur, sekaligus bukti nyata atas keagungan peradaban umat Islam di Al-Andalus.
Inilah kisah bangsa Arab dan Islam di Al-Andalus; sebuah kisah tentang kepahlawanan yang langka serta sejarah peradaban dan ilmu pengetahuan. Namun, pernahkah sampai kepadamu kabar bahwa obor ini meredup sinarnya lalu padam seketika saat Kerajaan Granada runtuh pada tahun 897 Hijriah (1492 Masehi)?!
Oleh: Abdul Lathif Qasim al-Khatib – dengan beberapa penyesuaian- dalam Al-Arabiyyah Lin Nasyiin Jilid 6.






