Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Diculik Militer AS
Maduro mewarisi kendali yang kuat atas lembaga-lembaga kunci yang telah dibentuk ulang oleh Chavez, termasuk kepemimpinan militer, Mahkamah Agung, dan media negara.
Namun, mantan pemimpin serikat buruh tersebut tidak memiliki karisma mentornya, dan harus menghadapi ekonomi yang runtuh serta oposisi, termasuk Maria Corina Machado yang kemudian memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2025, yang menyerukan demonstrasi di seluruh negeri. Maduro menindak keras mereka, menewaskan setidaknya 43 demonstran.
Di hadapkan pada tekanan oposisi yang semakin meningkat dan popularitas yang merosot, Maduro mendirikan majelis konstituante pro-pemerintah pada 2017 untuk menetralisir legislatif yang kini dikuasai oposisi. Putaran protes lain dan tindakan keras lebih lanjut pun terjadi, dengan pasukan Venezuela menewaskan lebih dari 100 orang.
Selama itu, ekonomi anjlok, dengan populasi Venezuela yang hampir 30 juta orang menghadapi kelangkaan barang-barang pokok, dan produksi minyak turun drastis.
Dalam pemilu berikutnya pada 2018, Maduro dinyatakan sebagai pemenang tanpa lawan, tetapi 45 negara, termasuk AS, tidak mengakui hasilnya. Ia memenjarakan beberapa pemimpin oposisi dan memaksa yang lain ke pengasingan.
Pada 2024, Maduro kembali terpilih sebagai pemenang dalam pemilu presiden yang dianggap tidak transparan, dengan komisi pemilu gagal menunjukkan lembar perhitungan suara. Demonstrasi massal kembali meletus, dibalas dengan tindakan keras.
Mengapa Trump memutuskan untuk menggulingkan Maduro?
Setelah Presiden AS Trump kembali menjabat untuk periode kedua pada Januari tahun lalu, ia meningkatkan tekanan terhadap pemimpin Venezuela.
Pemerintahan Trump memberlakukan tarif 25 persen terhadap Caracas, menggandakan hadiah atas penangkapan Maduro, dan memberlakukan sanksi terhadap anggota keluarganya.
Sejak September, pasukan AS telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal di lepas pantai Venezuela, yang menurut Gedung Putih terlibat dalam “narco-terorisme”.
Sabtu lalu menjadi titik balik, ketika Maduro dan istrinya diculik oleh pasukan khusus AS dan dibawa ke AS untuk diadili atas tuduhan yang diajukan terhadap mereka di AS.[]
sumber: Aljazeera.com





