Pantangan Mandi Saat Cacar Ternyata Hoaks
Jakarta (SI Online) – Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja, SpDVE, MM, FINSDV, menegaskan bahwa larangan mandi bagi anak yang sedang terkena campak atau cacar hanyalah sebuah mitos.
“Pasien anak yang terkena campak dan cacar tidak boleh mandi itu sebenarnya adalah hoaks. Sebenarnya kenapa tidak boleh mandi, itu kalau anak misalnya keadaannya sedang demam,” kata lulusan Universitas Padjajaran itu di Jakarta pada Jumat (24/04).
Beliau menjelaskan bahwa aktivitas mandi justru sangat krusial bagi pasien anak demi menjaga kebersihan kulit serta mencegah timbulnya komplikasi kesehatan lainnya.
“Jadi justru harus mandi, kalau enggak mandi justru (kulit) menjadi kotor, numpuk nanti, mungkin ada salep, kalau tidak dibersihkan bisa jadi koreng,” katanya.
Orang tua tetap diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik buah hati agar tidak sedang dalam keadaan demam tinggi atau menggigil sebelum memutuskan untuk memandikannya.
Saran medis yang diberikan adalah menggunakan air hangat dengan suhu suam-suam kuku berkisar antara 36 hingga 37 derajat Celcius serta memilih sabun yang formulanya lembut bagi kulit.
“Sabun-sabun antiseptik biasanya sudah kami tidak sarankan, kecuali dalam keadaan-keadaan tertentu. Misalnya adalah infeksi bakteri, kami baru kasih antiseptik, itu boleh tapi tidak dipergunakan setiap hari,” katanya.
Dokter July memaparkan bahwa proses pemulihan penyakit campak maupun cacar pada anak sangat bergantung pada kekuatan sistem kekebalan tubuh pasien.
“Cacar dan campak pada dasarnya itu kan disebabkan karena virus, dan kita tahu virus itu adalah self-limiting disease, semua itu akan sembuh dengan sendirinya. Jadi semua itu tergantung dari imunitas tubuh,” ia menjelaskan.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesmataramkota.org
Selain aspek kebersihan, penerapan pola hidup bersih dan sehat serta asupan nutrisi yang seimbang menjadi faktor kunci dalam mempercepat masa penyembuhan sang anak.[]






