NASIONAL

Partai Gelora Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen

Jakarta (SI Online) – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) DPR RI dan ambang batas presiden (Presidential Threshold) tidak dinaikkan.

Gelora menilai, ambang batas parlemen empat persen dan ambang batas Presidential Threshold 20 persen sudah ideal, dan representatif.

“Dari pengalaman kita dalam berbagai macam pemilu, kita akan mengusulkan untuk mempertahankan empat persen Parliamentary Threshold dan Threshold Presiden 20 persen,” kata Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, M. Anis Matta, dalam keterangannya, Sabtu (30/01/2021).

Anis mengatakan, untuk mencari satu atau dua kursi DPR tidaklah gampang, butuh kerja keras untuk meraih hati dan simpati masyarakat agar bisa terpilih sebagai wakil rakyat.

“Pemilu pada dasarnya pertarungan, sehingga orang tidak perlu dibatasi dalam kompetisi. Siapa pemenangnya, akan terjawab dengan sendirinya. Biarkan mereka bertarung dengan mudah, toh untuk mendapatkan satu kursi atau dua kursi bukan pekerjaan gampang. Kenapa harus dibatasi dengan Parliamentary Threshold,” katanya.

Karena itu, Anis Matta meminta semua pihak memahami arti filosofi Parliamentary Threshold, dimana PT tersebut merupakan kelompok sosial yang ada di masyarakat.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button