#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Pemukim Ilegal Yahudi Kembali Terobos Al-Aqsa, Netanyahu Lakukan Ritual di Bawah Tembok Al-Buraq

JAKARTA (Suaraislam.id)— Pemukim Yahudi kembali menerobos kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan melakukan ritual doa di area halaman masjid.

Akhir pekan ini diwarnai serangkaian tindakan provokatif oleh politisi dan pemukim Yahudi menjelang Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi, serta pemilihan umum Israel bulan depan.

Pada Kamis, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan kelompoknya menerobos kompleks Masjid Al-Aqsa untuk menyambut Yom Kippur. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengunjungi jaringan terowongan di bawah Yerusalem Timur yang diduduki pada Sabtu (19/9/2026).

Pada Minggu pagi, Netanyahu merilis video dan foto di akun Instagram resminya yang mendokumentasikan keikutsertaannya dalam doa Selichot di Tembok Barat, yang dikenal sebagai Tembok Al-Buraq oleh umat Islam.

Terowongan tersebut berada di bawah Kota Tua Yerusalem Timur yang padat dan kompleks Masjid Al-Aqsa, sehingga aksi penerobosan tersebut sangat sensitif bagi warga Palestina di wilayah pendudukan.

Di bawah perlindungan pasukan keamanan, Netanyahu bersama beberapa menteri kabinet dan ribuan pemukim Yahudi menuju area Tembok Al-Buraq di Yerusalem Timur yang diduduki pada Sabtu malam menjelang Yom Kippur.

Rekaman yang dibagikan oleh perdana menteri memperlihatkan dirinya melakukan ritual dari balik kaca tahan peluru. Dalam video lain, Netanyahu dan istrinya, Sara, melewati salah satu terowongan penggalian di bawah Tembok Al-Buraq saat doa-doa Yahudi berlangsung.

“Kami berada di terowongan Tembok Al-Buraq. Sangat mengharukan menyentuh batu keberadaan kita. Kita berada sangat dekat dengan tempat Mahakudus. Kita ada di sini, dan kita akan selalu berada di sini,” kata Netanyahu dalam video tersebut.

Penerobosan Yom Kippur

Kunjungan bawah tanah perdana menteri tersebut berlangsung bersamaan dengan gelombang penerobosan para pemukim ke situs suci di atas tanah.

Melalui halaman Facebook resminya, Pemerintah Provinsi Yerusalem Palestina melaporkan bahwa sekitar 570 pemukim telah menerobos halaman Masjid Al-Aqsa pada pukul 10.00 waktu setempat pada Minggu. Menurut pihak pemerintah provinsi, para pemukim melakukan ritual Talmud dan sujud epik untuk menandai Yom Kippur.

Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengecam keras penerobosan tersebut dalam sebuah pernyataan pers resmi di saluran Telegram mereka.

“Penerobosan oleh Benjamin Netanyahu, yang telah dijatuhi surat perintah penangkapan oleh Mahkamah Pidana Internasional, ke dalam terowongan dan penggalian di bawah Masjid Al-Aqsa yang diberkahi dan Tembok Al-Buraq, serta pernyataan provokatif dan klaim palsu yang menyertainya tentang apa yang disebut tempat Mahakudus, merupakan serangan nyata terhadap identitas dan status Masjid Al-Aqsa, sekaligus provokasi terhadap perasaan rakyat Palestina serta bangsa Arab dan Islam,” bunyi pernyataan tersebut.

Hamas menegaskan bahwa Al-Aqsa adalah warisan eksklusif umat Islam dan menolak penggalian berkelanjutan yang dilakukan Israel di bawah situs suci tersebut.

1 2Laman berikutnya
Back to top button