RESONANSI

Tak Ada yang Lebih Mewakili Politik Israel Saat Ini daripada Itamar Ben-Gvir

Oleh: Ben Reiff*

Ia mungkin merupakan pemimpin Israel yang paling provokatif dan terang-terangan, tetapi semangat ideologinya dapat ditemukan di seluruh pemerintahan Israel, bahkan lebih luas dari itu.

Tidak, Anda tidak sedang berhalusinasi: pemerintah-pemerintah Barat benar-benar sedang mengutuk Israel satu demi satu, tanpa basa-basi. Tentu saja, bukan karena genosida yang terus berlangsung di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 70.000 warga Palestina, melainkan karena aksi pencitraan (PR stunt) di mana Menteri Keamanan Nasional Israel merekam dirinya sendiri saat mengejek para aktivis asing.

Pada Rabu pagi, Itamar Ben-Gvir tiba di pelabuhan tempat Israel menahan ratusan peserta armada bantuan internasional yang berusaha menembus blokade laut Gaza.

Dalam video yang ia unggah ke media sosial, sang menteri terlihat mengejek para aktivis yang dipaksa berlutut berjajar dengan kepala menunduk ke tanah dan tangan terikat kabel plastik (zip tie). Lagu kebangsaan Israel terdengar menggelegar melalui pengeras suara, lalu Ben-Gvir terlihat mengibarkan bendera Israel sambil berteriak:

“Selamat datang di Israel. Kami adalah tuan tanah di sini.”

Reaksi internasional datang dengan cepat dan tegas. Menteri Dalam Negeri Inggris, Yvette Cooper, mengatakan dirinya “sangat terkejut” oleh video tersebut dan menyatakan bahwa tindakan itu “melanggar standar paling dasar mengenai rasa hormat dan martabat dalam memperlakukan manusia”.

Perwakilan pemerintah Prancis, Italia, Kanada, Jerman, Belanda, Spanyol, Polandia, Yunani, Irlandia, Australia, dan Selandia Baru ikut mengecam. Sebagian bahkan memanggil duta besar Israel masing-masing untuk menyampaikan teguran resmi.

Bahkan pemerintahan Presiden Donald Trump turut mengecam. Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, menyatakan bahwa Ben-Gvir telah “mengkhianati martabat bangsanya”.

Banyak pihak yang mengecam, termasuk Huckabee, merasa terhibur karena tindakan Ben-Gvir juga dikritik oleh pemerintahnya sendiri.

Meski menyebut para aktivis flotilla sebagai “pendukung teroris Hamas”, kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa aksi Ben-Gvir “tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel”.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, bahkan lebih keras:

“Anda dengan sadar telah merugikan negara kita melalui pertunjukan memalukan ini.”

“Tidak, Anda bukan wajah Israel.”

Namun sebenarnya, justru dialah wajah Israel saat ini.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button