NUIM HIDAYAT

Pentingnya Iman kepada Allah, Hari Akhir, dan Al-Qur’an

Al-Qur’an menegaskan hakikat penimbangan tersebut melalui ayat-ayat-Nya.

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ ۝ فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ۝

“Pada hari itu manusia keluar dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka amal-amalnya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihatnya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihatnya.” (Q.S. Az-Zalzalah [99]: 6–8)

Setiap catatan amal akan diperlihatkan secara rinci tanpa ada penzaliman.

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang-orang yang berdosa ketakutan terhadap apa yang ada di dalamnya. Mereka berkata, ‘Betapa celakanya kami! Kitab apakah ini, tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, melainkan mencatat semuanya.’ Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada di hadapan mereka. Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.” (Q.S. Al-Kahfi [18]: 49)

إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا

“Sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al-Kahfi [18]: 30)

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

“Dan masing-masing orang memperoleh derajat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. Al-An’am [6]: 132)

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan katakanlah, ‘Beramallah kamu, maka Allah akan melihat amalmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Dan kamu akan dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’” (Q.S. At-Taubah [9]: 105)

يُنَبَّأُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ

“Pada hari itu manusia diberitakan kepadanya apa yang telah dia kerjakan dahulu dan apa yang dia tinggalkan.” (Q.S. Al-Qiyamah [75]: 13)

وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ ۝ عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ ۝ يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ ۝

“Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia?” (Q.S. Al-Infitar [82]: 4–6)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (masa depan/akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Hasyr [59]: 18)

وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا ۝ اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا ۝

“Setiap manusia telah Kami kalungkan catatan amalnya pada lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab yang akan dijumpainya dalam keadaan terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.” (Q.S. Al-Isra’ [17]: 13–14)

Keadaan manusia saat menerima kitab catatan amal sangatlah kontras, bergantung pada perbuatannya di dunia.

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ ۝ إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ ۝ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ ۝ فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ ۝ قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ ۝ كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ ۝

“Adapun orang yang diberikan kitabnya di tangan kanannya, maka dia berkata, ‘Ambillah, bacalah kitabku ini. Sesungguhnya aku yakin bahwa aku akan menghadapi hisab terhadap diriku.’ Maka dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan, dalam surga yang tinggi… ‘Makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah berlalu.’” (Q.S. Al-Haqqah [69]: 19–24)

Berikut gambaran terperinci nasib kelompok penerima catatan amal dari sebelah kanan dan kiri.

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنكُمْ خَافِيَةٌ ۝ فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ ۝ إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ ۝ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ ۝ فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ ۝ قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ ۝ كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ ۝ وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ ۝ وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ ۝ يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ ۝ مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۝ هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ ۝

“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi. Adapun orang yang diberikan kitabnya di tangan kanannya, maka dia berkata, ‘Ambillah, bacalah kitabku ini! Sesungguhnya aku yakin bahwa aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.’ Maka dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan, di dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan), ‘Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.’ Adapun orang yang diberikan kitabnya di tangan kirinya, maka dia berkata, ‘Alangkah baiknya jika kitabku ini tidak diberikanaku, dan aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku. Wahai, kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu! Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku, telah hilang kekuasaanku dariku.’” (Q.S. Al-Haqqah [69]: 18–29)

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button