NUIM HIDAYAT

Pentingnya Iman kepada Allah, Hari Akhir, dan Al-Qur’an

Padahal, apabila negara-negara Arab bersatu dengan Iran, Israel pasti akan kalah. Sayangnya, para pemimpin Arab telah kehilangan semangat jihad dan meninggalkan Al-Qur’an. Mereka terbuai oleh kejayaan teknologi Barat. Para perwira militer dunia Islam kebanyakan menempuh pendidikan di AS yang mengikis semangat jihad dan menganggap semua agama sama (pluralisme).

Ketika semangat jihad padam, hilanglah kemuliaan Islam. Umat Islam berubah menjadi mengekor, bukan memimpin; menjadi pengikut pasif, bukan pemecah masalah dunia.

Allah Swt. berfirman:

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu, Ibrahim. Dia telah menamakan kamu orang-orang Muslim sejak dahulu dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini, agar Rasul menjadi saksi atas kamu dan agar kamu menjadi saksi atas manusia. Maka laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu. Dia sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (Q.S. Al-Hajj [22]: 78)

Allah Swt. juga mengingatkan bahaya sikap mengabaikan kebenaran:

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ ۚ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَكْفُرُونَ ۝ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكَافِرِينَ ۝ وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ ۝

“Tidakkah mereka memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan negeri itu tanah suci yang aman, sedangkan manusia di sekitarnya saling merampas? Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah? Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan kebenaran ketika kebenaran itu datang kepadanya? Bukankah neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir? Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, sungguh akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 67–69)

وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya dia berjihad untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu pun dari seluruh alam.” (Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 6)

Derajat mujahidin jauh lebih tinggi dibanding sekadar melayani fisik ritual tanpa keimanan dan perjuangan.

أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِندَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ۝ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ ۝ يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُّقِيمٌ ۝

“Apakah kamu menganggap pemberian minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, memiliki derajat yang lebih tinggi di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. Tuhan mereka memberikan kabar gembira kepada mereka berupa rahmat dari-Nya, keridaan, dan surga-surga yang di dalamnya terdapat kenikmatan yang kekal.” (Q.S. At-Taubah [9]: 19–21)

Perintah memerangi pemimpin kekafiran yang melanggar janji tertera secara eksplisit dalam surah berikutnya.

فَإِن تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ ۝ وَإِن نَّكَثُوا أَيْمَانَهُم مِّن بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنتَهُونَ ۝ أَلَا تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نَّكَثُوا أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُم بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَوْهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ۝

“Jika mereka bertobat, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat, maka mereka adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. Dan jika mereka melanggar sumpah setelah perjanjian mereka dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu. Sesungguhnya mereka tidak dapat dipegang janjinya, agar mereka berhenti. Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah mereka, padahal mereka telah bertekad mengusir Rasul dan mereka yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka? Padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman.” (Q.S. At-Taubah [9]: 11–13)

Allah Swt. mengecam keras mereka yang enggan berangkat menolong agama-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ ۝ إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ۝ إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ۝ انفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ۝ لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَّاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ ۙ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ ۝

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, ‘Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,’ kamu merasa berat dan ingin tetap tinggal di tempat? Apakah kamu lebih menyukai kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia dibandingkan dengan kehidupan akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat merugikan-Nya sedikit pun. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya, yaitu ketika orang-orang kafir mengusirnya, sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. Ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, ‘Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.’ Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya dan membantu dengan bala tentara yang tidak kamu lihat, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Sekiranya yang kamu seru itu keuntungan yang dekat dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka akan mengikutimu. Tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan nama Allah, ‘Jika kami sanggup, niscaya kami berangkat bersamamu.’ Mereka membinasakan diri sendiri, dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.” (Q.S. At-Taubah [9]: 38–42)

Perjuangan menolak kepatuhan kepada kekafiran diarahkan melalui keteguhan berpegang pada Al-Qur’an.

وَلَقَدْ صَرَّفْنَاهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُوا فَأَبَىٰ أَكْثَرُ النَّاسِ إِلَّا كُفُورًا ۝ وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَّذِيرًا ۝ فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُم بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا ۝ وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا ۝ وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا ۝ وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنفَعُهُمْ وَلَا يَضُرُّهُمْ ۗ وَكَانَ الْكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِ ظَهِيرًا ۝

“Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang (tanda-tanda kebesaran Kami) di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran, tetapi kebanyakan manusia tidak menghendaki kecuali mengingkari. Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri. Maka janganlah engkau mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengannya (Al-Qur’an) dengan jihad yang besar. Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir; yang satu tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus. Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu mempunyai keturunan dan hubungan kekeluargaan melalui perkawinan. Tuhanmu Mahakuasa. Dan mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan mudarat kepada mereka. Orang kafir adalah penolong (setan) untuk berbuat durhaka terhadap Tuhannya.” (Q.S. Al-Furqan [25]: 50–55)

Wallahu ‘azizun hakim. Wallahu ‘alimun hakim.

Laman sebelumnya 1 2 3 4
BACA JUGA
Close
Back to top button