INTERNASIONAL

Reaktor Nuklirnya Disorot Satelit Komersial, Israel Cemas

Tel Aviv (SI Online) – Satelit komersial sekarang menunjukkan gambar resolusi tinggi dari reaktor nuklir Israel serta instalasi keamanan lainnya setelah perubahan kebijakan Amerika Serikat (AS) pada pencitraan telekomunikasi.

Pejabat Zionis Israel cemas karena hal itu bisa dimanfaatkan musuh.

Pada Kamis (28/10), Google Earth dan layanan peta online lainnya menunjukkan foto fasilitas nuklir di kota Dimona di Gurun Negev dengan opsi untuk mengubah dimensi untuk meningkatkan resolusi foto dan melihat instalasi dari dekat.

Perubahan dalam kebijakan layanan peta online terjadi setelah mantan Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan untuk mencabut pembatasan pencitraan satelit milik Amerika—sebuah perintah yang mulai berlaku musim panas lalu dan membalikkan undang-undang 1997 yang dilobi oleh Israel untuk melindungi pangkalan militernya.

Misalnya, di Mapbox, sebuah situs web akses gratis, reaktor Dimona dan instalasi militer besar lainnya tidak lagi tampak pixelated dan sekarang dapat dilihat pada resolusi 4.0, dua kali lipat dari resolusi 2.0 yang diizinkan sebelumnya.

Sensor militer Israel tidak mencegah publikasi gambar dan ketersediaannya, meskipun di antara instalasi militer yang terbuka untuk pengawasan adalah pangkalan udara utama di mana helikopter Angkatan Udara Israel terlihat jelas.

Associated Press mem-posting gambar satelit reaktor Dimona Februari lalu, yang disediakan oleh PlantLabs, diposting dalam resolusi 0,5, hanya di bawah resolusi terbaik yang tersedia.

Gambar yang di-posting oleh Mapbox mirip dengan yang diterbitkan oleh Associated Press.

Kepala Program Luar Angkasa di Kementerian Pertahanan Israel, Amnon Harari, seperti dikutip Ynet, Jumat (29/10/2021), mengatakan dia tidak percaya Israel dikonsultasikan terlebih dahulu sebelum perintah federal AS mulai berlaku dan pangkalan militer serta fasilitas nuklirnya terungkap.

“Kami selalu lebih suka foto satelit Israel dalam resolusi serendah mungkin,” katanya.

Dalam sebuah laporan tahun lalu, kantor berita Reuters melaporkan Israel khawatir bahwa kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon dan didukung Iran akan menggunakan citra satelit untuk mempersiapkan serangan terhadap Israel. [sindonews.com]

Artikel Terkait

Back to top button