Ribuan Massa Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, UBN: Kita Tetap Harus Melawan!

Jakarta (Suaraislam.id) – Ribuan massa dari berbagai elemen umat Islam menggelar demonstrasi menolak konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Mereka menolak kehadiran penyanyi pendukung Zionis Israel dan menilai penyelenggaraan konser tersebut tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan di tengah penderitaan rakyat Palestina.
Dalam aksi tersebut, demonstran membentangkan bendera Palestina berukuran raksasa dan membawa sejumlah poster berisi tuntutan penolakan terhadap konser Andrea Bocelli. Simbol-simbol Palestina mendominasi aksi sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Sejumlah tokoh turut hadir dan menyampaikan sikap dalam demonstrasi tersebut, di antaranya Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), M. Husein Gaza, Habib Muhammad bin Husein Alatas, KH Shabri Lubis, Habib Bahar bin Smith dan lainnya.
Ustaz Bachtiar Nasir dalam orasinya menegaskan bahwa kehadiran massa merupakan bentuk penggunaan hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Ia menyebut penolakan terhadap konser tersebut didasarkan pada pertimbangan hukum, nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta ajaran Islam.
“Kita hadir di sini sepakat menolak konser Andrea Bocelli. Inilah hak kami menyampaikan pendapat di muka umum,” tegasnya.
Menurut UBN, penolakan itu bukan tanpa alasan. Ia menilai konser tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan melukai rasa keadilan, terutama ketika penderitaan rakyat Palestina masih berlangsung.
Ia juga mengaitkan sikap penolakan tersebut dengan ajaran Rasulullah SAW tentang kewajiban mencegah kemungkaran sesuai kemampuan.
“Jika ada kemungkaran, maka tolaklah dengan tanganmu. Jika tidak sanggup, dengan lisanmu. Jika tidak sanggup, maka dengan doa. Dan itulah selemah-lemahnya iman,” ujarnya.
UBN menegaskan, ketika konser tetap berlangsung meskipun penolakan telah disampaikan, masyarakat tidak boleh berhenti menyuarakan keberatan. Menurutnya, demonstrasi, penyebaran informasi, tulisan, dan video merupakan bagian dari upaya menyampaikan sikap kepada publik.
“Karena itu, apa yang kita lakukan pada hari ini sebarkan. Karena konser tetap berjalan, kemungkaran tetap dilangsungkan, dan kita tetap harus melawan,” serunya. []






