NASIONAL

Romo Magnis: Pembuat Pertanyaan Pilih Pancasila atau Al-Qur’an Tidak Pancasilais

Jakarta (SI Online) – Pastor sekaligus budayawan Franz Magnis Suseno mengatakan jangan menyuruh atau mengarahkan masyarakat untuk memilih agama atau Pancasila.

“Misalnya, saya ditanya pilih ajaran Katolik atau Pancasila, itu pertanyaan apa?” kata Romo Magnis pada webinar bertema “Pancasila: Tandingan Agama atau Etika Kebangsaan?” di Jakarta, Sabtu, 19 Juni 2021.

Pria kelahiran Polandia 85 tahun silam ini mengatakan, adanya pertanyaan memilih Pancasila atau agama sama saja dengan menggerogoti kesetiaan seseorang pada Pancasila karena memberi kesan memilih agama atau Pancasila.

Baca juga: Tontonlah Film Menarik “The End Game” (KPK)

“Jadi, yang membuat pertanyaan ini sendiri sebenarnya tidak Pancasilais,” kata Romo Magnis.

Jika pertanyaan yang sama ditujukan kepada umat Islam memilih Pancasila atau Al-Qur’an, kata dia, hal itu berbahaya dan perlu diselidiki.

Menurut Romo Magnis, Pancasila lahir bukan untuk bersaing dengan agama mana pun sehingga ke depan tidak pernah ada lagi pertanyaan-pertanyaan memilih Pancasila atau agama maupun kitab suci.

Ia juga meminta Pancasila tidak dilebih-lebihkan, apalagi sudah mengarah pada hal politis. Masalahnya, akan kontraproduktif karena meminta seseorang memilih Pancasila atau agama.

Penerima anugerah Bintang Mahaputera Utama pada 13 Agustus 2015 ini mengatakan, untuk menjadi orang Indonesia, kata dia, setiap orang tidak perlu melepaskan identitasnya masing-masing apakah itu suku, apalagi mengompromikan agama atau keyakinan.

Sebagai manusia, kata dia, setiap orang memiliki keterikatan sosial kepada keluarga, kampung halaman, negara, dan tentunya pada agama.

Polemik soal Pancasila atau Al-Qur’an pertama kali mencuat dalam tes wawasan kebangsaan yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron sendiri mengaku tidak mengetahui adanya materi soal yang mempertanyakan perihal memilih Pancasila atau Al-Qur’an.

“KPK dan saya tidak tahu tentang materi soalnya, metode dan bagaimana mekanisme evaluasinya, semuanya kami pasrahkan ke Badan Kepegawaian Negara,” kata dia.

sumber: ANTARA

Artikel Terkait

Back to top button